Pendidikan

Geger, Dugaan Pengondisian Pembelian Kain Seragam Sekolah SMP Oleh Oknum Dispendik Banyuwangi Mencuat

BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –

Dunia pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dibuat geger dengan adanya kabar dugaan pengondisian pembelian kain seragam Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang dilakukan oleh oknum Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi.

Beredar kabar jika pengondisian pembelian kain seragam tersebut dilakukan oleh Didik Eko Wahyudi, S.pd, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dispendik Banyuwangi saat acara Buka Bersama (Bukber) di hotel Surya, menjelang lebaran 31 Maret 2025.

Kepada wartawan AS, salah satu Kepala Sekolah (Kepsek) mengaku jika ada pengondisian pembelian kain seragam sekolah ke toko diwilayah Jajag.

“Yang mengondisikan pak Didik, mas,” kata AS, Kepsek yang tidak mau disebutkan namanya. Jum,at, (18/4/2025).

Kata AS, kabar yang kami terima p Didik mendapat fee dari toko persetel seragam jika bisa mengondisikan para kepala sekolah mengambil kain seragam disalah satu toko dikawasan Jajag, Kecamatan Gambiran.

“Info yang kami dengar ada fee yang dijanjikan kepada pak Didik dari toko. Tapi benar dan tidaknya kami juga kurang tahu mas,” terangnya.

Sementara Didik Eko Wahyudi, Kabid SMP Dispendik, Banyuwangi, Jawa Timur, saat dikonfirmasi wartawan mengaku jika kabar itu tidak benar.

“Ndak benar, ndak ada pengkondisian mereka mau kemana monggo saya tidak pernah mengatur monggo dikonfirmasi ke ks nya,”katanya, melalui sambungan Whatsap. Kamis, (18/4/2025).

Soal kabar adanya fee, Kabid SMP Dispendik Kabupaten Banyuwangi, dirinya juga membantah.

“Ndak ada fee dan ndak pengkondisian. Untuk apa dikondisikan jelas – jelas terserah ks. Setelah ini kami mengharapkan seluruh wali murid diminta beli ke toko masing – masing tidak disekolahan, ini kami buatkan surat edaran,” terangnya.

Kepada awak media Didik Eko Wahyudi, meminta agar menunjukan siapa yang memberikan kabar tersebut. Ks mana tunjukkan ke saya, saya ndak pernah jadi pembicara masalah yang saudara utarakan kelihatan beritanya di buat – buat. Saya bisa memilih dan memilah mana yang seharusnya saya lakukan, sampean tunjukkan ks nya.

“Kan menjadi suatu kebodohan kalau saya mau jadi pembicara masalah kain,” pungkasnya.

Seperti dikabarkan pada Jum,at, 28 Maret 2025, puluhan Kepsek SMPN Banyuwangi, menggelar acar Buka Bersama (Bukber) di Hotel Surya, Jajag, Kecamatan Gambiran, bersama Dispendik Banyuwangi.

Dalam kesempatan tersebut, selain ada dugaan pengondisian pembelian kain seragam sekolah tahun 2025. Peserta yang hadir juga diduga mendapat bingkisan hari raya dan uang bensin dari salah satu pemilik toko kain dikawasan Jajag, Banyuwangi.

(Tim).

Exit mobile version