Scroll untuk Baca Berita
Berita

Warga Soroti Kegiatan Tambang Galian C di Desa Wonosobo, Diduga Serobot Aset Desa dan Jual Material Secara Ilegal

×

Warga Soroti Kegiatan Tambang Galian C di Desa Wonosobo, Diduga Serobot Aset Desa dan Jual Material Secara Ilegal

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –

Kegiatan pertambangan galian C di wilayah Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Aktivitas penambangan tersebut diduga melibatkan perusakan lingkungan, pencurian sumber daya alam berupa pasir, dan penyerobotan aset desa tanpa izin yang sah.

Menurut keterangan warga setempat, penambangan dilakukan di area yang termasuk dalam aset milik desa, yakni jalan desa yang biasa digunakan sebagai akses warga.

Menurut keterangan warga, penambang berdalih bahwa pengerukan dilakukan demi membuka akses jalan menuju sungai. Namun faktanya, material hasil kerukan berupa pasir dijual untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan masyarakat. (25/07).

“Saat ini, masyarakat merasa resah karena selain merusak lingkungan, kegiatan ini juga merugikan desa. Aset desa seperti jalan umum ikut dikeruk dan dijadikan bagian dari aktivitas tambang. Padahal itu jelas-jelas milik desa,” ujar seorang warga berinisial MR.

MR juga menyampaikan alasan penambang, “Alasan di gawe daln masyarakat mudun nng kali, tp pasire di dol i”, [Alasan di buat jalan masyarakat turun ke sungai, tapi pasirnya di jual] pungkasnya geram

Kegiatan ini disinyalir telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan belum mendapatkan penindakan tegas dari pihak berwenang. Warga menduga adanya pembiaran atau kelengahan dalam pengawasan, sehingga aktivitas ilegal ini seolah tidak tersentuh hukum.

Masyarakat Desa Wonosobo mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Selain untuk menegakkan hukum, langkah ini penting guna mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut serta melindungi aset desa dari penyalahgunaan, dan hingga brita ini di tayangkan kami masih belum bisa mendapatkan keterangan dari pihak pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *