Nasional

Proyek Pembangunan Gedung Blambangan Cardiac Center (BCC) RSUD Blambangan Kekurangan, Anggaran Jadi Mangkrak.

BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –

Gebyar Festival Banyuwangi ternyata tidak berbanding Lurus dengan Gebyar Pembangunan Fasilitas Layanan publik. Betapa tidak ? Coba bandingkan dengan anggaran untuk kegiatan Toure de Ijen, sebesar Rp. 40 Miliar lebih. Belum lagi biaya kegiatan Gandrung Sewu dan Festival – Festival lainnya..

Namun ketika berbicara proyek yang menyangkut kepentingan dasar publik hal yang terjadi justru berbanding terbalik alias dinomor duakan.

Termasuk proyek pembangunan gedung pusat penanganan penyakit jantung RSUD Blambangan atau disebut Blambangan Cardiac center disingkat BCC terbukti saat ini mengalami .kekurangan dana dan terbengkalai.

Maka se hubungan dengan itulah Awak media Domainrakyat.com ini mencoba mengkonfirmasi pihak RSUD Blambangan Banyuwangi atas persoalan tersebut.

Yang sebelumnya media Domainrakyat.com ini telah gagal mengkonfirmasi bahkan sempat diblokir oleh pihak Staff kantor namun pada Senin 04/11/2025. Awak media Domainrakyat.com ini diterima baik oleh pihak RSUD Blambangan Banyuwangi ditemui langsung oleh Direktur Plt RSUD Blambangan yang baru yaitu dr. Aisyah.

Selanjutnya dr. Aisyah dibantu Stafnya Lukman yang merupakan staf bagian yang menangani proyek menjawab
” Kalau dikatakan macet mohon ijin perlu kami jelaskan bahwa Pembangunan tersebut memang bertahap, jadi masih butuh anggaran lagi untuk menyelesaikannya”. Ujar Lukman.

Berdasarkan data yang ada di dokumen daerah yaitu dokumen LKPD tahun 2024 disebutkan bahwa pembangunan Blambangan Cardiac Center dimulai tahun 2023 dengan anggaran APBD sebesar Rp. 8,1 Miliar.

Lalu dilanjutkan pada tahun 2024 dianggarkan 1,4 Miliar total sudah menelan dana kurang lebih 9,5 Miliar. Jadi untuk menyelesaikan butuh dana berapa,…

Lukman menambahkan “Jadi untuk menyelesaikan sampai Finis dibutuhkan Anggaran tambahan kurang lebih ya 8- 9 Miliarlah pak ” . “Sedangkan di tahun 2025 ini tidak ada pengucuran dana dari APBD untuk melanjutkan pembangunan. Apa penyebabnya? Kami sendiri kurang tahu mungkin karena dampak efisiensi” imbuh lukman.

Selanjutnya dr. Aisyah sendiri sebagai direktur Plt (Ketua/Wakil) yang baru merupakan pindahan dari RSUD Genteng tetap optimis pembangunan BCC akan segera terselesaikan.

Adapun menanggapi persoalan tersebut diatas Lembaga BCW ( Banyuwangi Corruption Watch) ikut angkat bicara yang disampaikan Masruri ketua BCW menyatakan ” seharusnya anggaran untuk kepentingan dasar seperti pembangunan pusat jantung BCC haruslah diprioritaskan ketimbang kegiatan festival festival”.

Selain itu Masruri menambahkan. ” kalau tidak ada dana ambilkan saja dari CSR sebesar 8-9 M kan ada itu perusahaan besar besar di Banyuwangi termasuk tambang emas ” pungkas Masruri.

(Dra)

Exit mobile version