BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Pembangunan jalan dusun Krajan.1 desa Stail, Kec Genteng bersumber dari anggaran dari APBD Banyuwangi TA 2025 senilai 387.418.000 waktu pelaksanaan kurang lebih 35 (Tiga Puluh Lima) Hari Kalender oleh CV Rzky Abadi Banyuwangi, di Sorot warga.
Ironi pembangunan kembali terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Proyek pengaspalan jalan yang baru saja dimulai justru sudah memperlihatkan kondisi memprihatinkan.

Permukaan aspal tampak kasar, tidak rata, dan tepi jalan terlihat rapuh—kualitas yang lebih menyerupai aspal tambalan ketimbang proyek baru bernilai ratusan juta rupiah.
Fakta di lapangan pada Senin, 5 Januari 2026, memunculkan dugaan kuat bahwa pekerjaan ini dikerjakan asal jadi, tanpa memperhatikan standar mutu dan spesifikasi teknis.
Kondisi tersebut jelas menampar logika publik: Bagaimana mungkin proyek yang dibiayai dari APBD sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sejak hari pertama?
Lebih ironis lagi, proyek ini berada di bawah kewenangan Dinas PU Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (CKPP) Banyuwangi, instansi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjamin kualitas infrastruktur daerah.
Namun fakta di lapangan justru memunculkan pertanyaan serius: di mana fungsi pengawasan?
Warga sekitar tak bisa menyembunyikan kekecewaan.
Mereka menilai proyek ini berpotensi hanya menjadi formalitas serapan anggaran, tanpa mengedepankan kualitas dan kepentingan masyarakat jangka panjang.
Kalau baru dikerjakan saja sudah begini, kami yakin tidak akan bertahan lama. Ini seperti menghamburkan uang rakyat,” tegas seorang warga yang tidak mau namanya dipublikasikan.

Publik kini mendesak Dinas PU CKPP Banyuwangi segera turun ke lapangan, bukan sekadar menerima laporan di balik meja.
Pemeriksaan menyeluruh terhadap mutu material, ketebalan aspal, metode pengerjaan, hingga peran konsultan pengawas wajib dilakukan secara terbuka.
Jika terbukti pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, maka evaluasi kontraktor pelaksana hingga sanksi tegas sudah seharusnya dijatuhkan.
Jangan sampai proyek infrastruktur hanya menjadi monumen kegagalan pengawasan yang terus berulang setiap tahun.
Domainrakyat.com menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan tanggung jawab dari pihak terkait.
(Tim).