Scroll untuk baca artikel
DaerahMurung RayaNews

Rembuk Stunting & Rakor TPPS, Desa Jadi Garda Depan Tekan Angka Stunting di Murung Raya

Avatar photo
×

Rembuk Stunting & Rakor TPPS, Desa Jadi Garda Depan Tekan Angka Stunting di Murung Raya

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Murung Raya, Domain Rakyat. Com//

Upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Murung Raya terus dimatangkan. Pemerintah daerah bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menggelar rembuk stunting dan rapat koordinasi di aula Cahai Ondui Tingang, Senin (25/8). Agenda ini menjadi ajang konsolidasi lintas sektor sekaligus menegaskan peran desa sebagai ujung tombak percepatan penanganan stunting.

Acara dibuka langsung oleh Ketua TPPS Murung Raya, yang juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana, Dra. Lynda Kristiane dalam sambutannya menegaskan bahwa masalah stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi menyangkut masa depan kualitas SDM daerah. “Desa harus menjadi garda terdepan, karena dari sanalah upaya pencegahan paling awal bisa dilakukan. Mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, posyandu balita, sampai penyuluhan keluarga,” tegasnya.

Rakor TPPS ini dihadiri camat, kepala desa, kepala puskesmas, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di Murung Raya. Forum membahas data terkini prevalensi stunting, evaluasi program gizi, hingga strategi percepatan capaian target nasional penurunan stunting sebesar 14 persen pada 2024.

Dalam paparannya, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Mosi, SKM menyampaikan angka stunting Murung Raya mengalami tren penurunan dibandingkan tahun lalu, namun masih setara rata-rata provinsi. “Kuncinya adalah intervensi spesifik dan sensitif yang berkesinambungan. Desa punya peran penting karena bersentuhan langsung dengan keluarga. Kita dorong optimalisasi dana desa agar sebagian dialokasikan untuk program gizi dan sanitasi,” ujarnya.

Sejumlah kepala desa yang hadir juga menyampaikan komitmennya. Kades Bahitom, misalnya, menegaskan akan memperkuat posyandu dan kader desa. “Kami ingin setiap ibu hamil mendapat pendampingan gizi dan balita dipantau tumbuh kembangnya secara rutin,” katanya.

Selain pemerintah, keterlibatan pihak swasta juga menjadi sorotan. Perusahaan diminta ikut mendukung upaya pencegahan stunting melalui program CSR. “Perusahaan tambang batubara maupun Emas harus hadir dalam persoalan ini. Kontribusi nyata bisa dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, penyediaan sarana air bersih, maupun dukungan gizi,” tambah Kadisdalduk KB Kabupaten Murung Raya, Dra.Lynda Kristiane.

Rembuk stunting dan rakor TPPS ini targetnya, angka stunting di Murung Raya bisa terus ditekan setiap tahunnya.

“Penanganan stunting ini bukan kerja satu dinas, bukan kerja pemerintah saja, tapi kerja kita semua. Mulai dari desa, masyarakat, hingga dunia usaha. Kalau semua bergerak bersama, saya yakin target bisa tercapai,” pungkas Kadisdalduk KB Kabupaten Murung Raya, Dra. Lynda Kristiane.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!