DaerahMurung RayaNews

Dinkes Murung Raya Gelar Pelatihan BONNEL untuk Tingkatkan Kompetensi Bidan

Dinkes Murung Raya Gelar Pelatihan BONNEL untuk Tingkatkan Kompetensi Bidan. (Ist)

MurungRaya, DomainRakyat.comUpaya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Kabupaten Murung Raya terus dilakukan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Murung Raya bekerja sama dengan Prima Med Nusa Persada menggelar pelatihan Basic Obstetri Neonatal Emergency Life Support (BONNEL) bagi tenaga bidan yang bertugas di berbagai fasilitas kesehatan.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 28 Agustus 2025 di Gedung B Cahai Onui Tingang, Sekretariat Daerah Kabupaten Murung Raya. Puluhan bidan dari berbagai puskesmas, Pustu , hingga rumah sakit daerah mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

Pelatihan BONNEL yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Murung Raya, Secara Resmi dibuka dengan di tandai Penyematan Tanda Pengenal.

Pelatihan BONNEL menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan obstetri dan neonatal. Materi yang diberikan meliputi penanganan ibu hamil dengan komplikasi, prosedur persalinan darurat, resusitasi bayi baru lahir, hingga penatalaksanaan kasus gawat darurat yang kerap ditemui di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya dr. Suwirman Hutagalung Msi. menegaskan, peningkatan keterampilan tenaga kesehatan merupakan prioritas pemerintah daerah dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. “Bidan adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di lapangan. Dengan kemampuan yang mumpuni, mereka bisa melakukan tindakan cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan ini juga diharapkan mampu meningkatkan koordinasi antara tenaga medis di fasilitas kesehatan primer dengan rumah sakit rujukan. Dengan begitu, setiap kasus gawat darurat obstetri maupun neonatal dapat ditangani lebih efektif sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin.

Sementara itu, perwakilan dari Prima Med Nusa Persada yang menjadi mitra kerja sama menambahkan bahwa pelatihan disusun sesuai standar kompetensi nasional dan disertai praktik langsung. Peserta dibekali simulasi kasus kegawatdaruratan, penggunaan alat medis, hingga strategi komunikasi dalam tim medis.

Salah satu peserta, Ester Kalapadang, Amd. Keb, mengaku pelatihan ini sangat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dirinya sebagai bidan di lapangan. “Materi yang kami terima sangat relevan dengan kondisi di daerah. Kami sering menghadapi kasus darurat, terutama saat membantu persalinan di wilayah yang jauh dari rumah sakit rujukan. Dengan pelatihan ini, kami lebih percaya diri dalam mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan ibu dan bayi,” tuturnya.

Antusiasme peserta menjadi penanda bahwa pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan. Dengan adanya program BONNEL, Dinas Kesehatan Murung Raya optimistis kualitas pelayanan maternal dan neonatal di daerah akan semakin meningkat. Harapannya, angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan nasional dapat terus ditekan, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Exit mobile version