Pesawaran, domainrakyat.com – Proyek pembangunan ruas jalan Gedong Tataan – Kedondong yang terletak di Desa Kuta Dalom, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, mendapat perhatian khusus dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Pesawaran.

Pekerjaan jalan yang dikerjakan oleh CV Kemala Surya Abadi dengan nilai kontrak sebesar Rp5.319.971.000 melalui nomor kontrak 01/KTR/PPK-1JLN-038/V.03/III/2025 dan jangka waktu pelaksanaan 120 hari kerja, secara umum mendapatkan apresiasi dari GMBI sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat.

“Sebagai lembaga sosial kontrol, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran atas perhatian serius terhadap kondisi jalan yang sebelumnya sangat memprihatinkan dan sudah lama mendesak untuk diperbaiki,” ujar Roziyuni, Ketua GMBI Distrik Pesawaran.

Namun, di tengah apresiasi tersebut, GMBI juga menyoroti beberapa aspek teknis yang dinilai kurang memenuhi standar kualitas, khususnya terkait material yang digunakan.

“Pasir yang digunakan dalam proyek ini diduga tidak berkualitas. Tumpukan pasir di lokasi terlihat kasar dan berwarna kecoklatan. Selain itu, komposisi adukan semen diduga tidak sesuai standar karena tidak tampak adanya ciri khas warna biru dari perekat seperti semen, serta pasangan batu terlihat pucat kemerahan, yang mengindikasikan kurangnya kadar semen,” tambah Roziyuni.

GMBI meminta kepada pihak penyedia jasa agar memprioritaskan kualitas dan kuantitas pekerjaan, demi menjamin daya tahan jalan dalam jangka panjang. Roziyuni juga menekankan pentingnya regulasi yang mengatur tonase kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut.

“Kami mendorong Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi untuk segera menerbitkan regulasi, baik dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) maupun Peraturan Daerah (Perda), guna membatasi beban kendaraan yang melintas melebihi kapasitas kelas jalan. Hal ini penting agar jalan yang dibangun dengan anggaran besar tidak cepat rusak akibat kendaraan bertonase tinggi,” tegasnya.

GMBI berharap ke depan proyek-proyek infrastruktur tidak hanya mengedepankan sisi fisik semata, tetapi juga memperhatikan standar mutu, keberlanjutan, dan kepentingan masyarakat sebagai pengguna utama

(Tim)