Pesawaran ,domainrakyat com – Derita panjang warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, seolah tak berujung. Di tengah kerusakan jalan utama yang kian parah, masyarakat justru harus menanggung beban sendiri, dengan bergotong royong memperbaiki akses vital yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Dengan alat sederhana dan material seadanya, warga berjuang memperbaiki jalan yang setiap harinya digunakan untuk mengangkut hasil pertanian mereka ke pasar. Jalan ini bukan hanya urat nadi ekonomi desa, tapi juga simbol betapa pemerintah abai terhadap kebutuhan paling dasar masyarakatnya.
Namun yang membuat hati warga makin perih, bukan semata soal kerusakan jalan—melainkan hilangnya sosok pemimpin. Kepala Desa Abdul Wasih dinilai tidak menunjukkan kepedulian sedikit pun. Bahkan dalam aksi gotong royong massal yang digelar warga, sang kades tak juga terlihat batang hidungnya.
> “Bahkan Kades Abdul Wasih pun seperti abai. Seakan tutup mata dan telinga terhadap keluhan kami,” ungkap Anggun Priyadi, salah satu warga yang turut turun ke jalan, Senin (28/7/2025).
“Apa kepala desa kita sudah tak bergigi lagi? Tak berani bersuara atau membela masyarakatnya sendiri? Ini jalan utama desa, bukan jalan pribadi,” tambahnya dengan nada kecewa.
Kritik pedas juga datang dari Lambri, Kepala Dusun setempat, yang secara terbuka mempertanyakan keberadaan dan fungsi kepala desa dalam menyikapi kesulitan warganya.
> “Kepala desa itu lewat jalan ini setiap hari, tapi jangankan bantu, datang saja tidak. Lalu apa gunanya punya pemimpin di desa ini? Di mana peran bupati Pesawaran?” kecam Lambri penuh amarah.
Lebih jauh, Lambri menilai sikap diam pemerintah kabupaten, khususnya Bupati Pesawaran, sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap nasib rakyat kecil. Warga pun merasa terpinggirkan, seolah hanya dibutuhkan saat musim pemilu tiba.
Harapan Terakhir Warga: Presiden Prabowo
Merasa tak lagi punya sandaran di tingkat lokal, warga kini menggantungkan harapan langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Karena tidak ada perhatian dari desa, tidak ada dari kabupaten, kami mohon kepada Bapak Presiden Prabowo untuk turun tangan. Kami ini rakyat paling bawah, tapi bukan berarti bisa diabaikan terus-menerus,” cetus seorang warga dengan suara bergetar menahan lelah dan kecewa.
Kondisi jalan di Desa Tanjung Agung memperlihatkan potret buram pembangunan daerah yang kerap tidak merata. Ketika anggaran infrastruktur mengalir deras ke pusat kota, desa-desa justru seperti dianaktirikan. Padahal, dari jalan desa inilah hasil bumi ditopang, perekonomian rakyat digerakkan, dan suara untuk pemilu dipanen.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Desa Abdul Wasih maupun dari pihak Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Warga hanya berharap, jeritan mereka tak lagi dianggap angin lalu.
Catatan Redaksi:
membuka ruang klarifikasi dan hak jawab dari Kepala Desa Tanjung Agung, Abdul Wasih, maupun Bupati Pesawaran terkait keluhan masyarakat ini. Kritik tajam yang disuarakan warga merupakan bentuk kegelisahan terhadap tanggung jawab dan kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan nyata di lapangan.
( Tim/Red )

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan