JAKARTA, Domain Rakyat. Com//
Citra satelit yang beredar di media sosial memperlihatkan massa menyerupai kabut asap bergerak dari wilayah Kalimantan menuju Laut Jawa pada Jumat (25/9). Fenomena tersebut menjadi perhatian di tengah masih berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan.
Dalam informasi yang beredar, pergerakan massa asap terlihat memanjang dari kawasan Kalimantan menuju perairan Laut Jawa. Namun, citra satelit tersebut perlu dibaca secara hati-hati karena visual pada citra tidak serta-merta dapat memastikan seluruh massa yang tampak merupakan asap karhutla.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mendeteksi adanya sebaran asap di empat provinsi di Kalimantan. Kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas kebakaran dan titik panas yang masih terpantau di sejumlah wilayah.
BMKG juga mendeteksi sebanyak 215 titik panas atau hotspot di kawasan yang menjadi perhatian. Keberadaan hotspot menjadi salah satu indikator yang digunakan dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan, meski tidak setiap hotspot secara otomatis merupakan kebakaran.
Pergerakan asap sangat dipengaruhi kondisi atmosfer, terutama arah dan kecepatan angin. Apabila pola angin bertiup secara konsisten dari Kalimantan menuju wilayah selatan dan barat daya, massa udara yang membawa partikel asap berpotensi bergerak melintasi Laut Jawa.
Dalam skenario tersebut, wilayah di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur, dapat menjadi salah satu kawasan yang perlu mewaspadai kemungkinan pengaruh sebaran asap. Kendati demikian, arah dan konsentrasi asap dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer sehingga perkembangan kondisi harus terus dipantau.
Potensi sebaran asap juga tidak hanya ditentukan oleh arah angin permukaan. Kondisi atmosfer pada lapisan berbeda, kelembapan, curah hujan, serta aktivitas sumber kebakaran turut memengaruhi jarak dan konsentrasi asap yang terbawa.
Karena itu, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan instansi penanggulangan karhutla. Informasi mengenai kualitas udara juga penting diperhatikan, terutama bagi kelompok rentan apabila konsentrasi partikulat udara mengalami peningkatan.
Pemantauan terhadap karhutla dan pergerakan asap menjadi semakin penting karena dampaknya dapat melampaui wilayah administratif tempat kebakaran terjadi. Pengendalian sumber api di Kalimantan serta pemantauan atmosfer secara berkelanjutan menjadi bagian penting untuk mencegah dampak asap meluas ke wilayah lain.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan