BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –
Etape Empat Tour de Banyuwangi Ijen (TDBI) 2025 digelar hari ini, Kamis (31/7/2025), dengan rute paling menantang dan dinanti: start dari RTH Maron, Kecamatan Genteng, dan finis di kawasan Paltuding, Gunung Ijen, yang dikenal dengan tanjakan legendarisnya dan suhu ekstrem yang menguras stamina pembalap.
Etape keempat menjadi penentu klasemen akhir, sekaligus momen klimaks yang akan menobatkan sang juara sejati. Para pembalap akan menempuh lintasan yang menanjak tajam dengan elevasi mencapai lebih dari 1.800 meter di atas permukaan laut. Trek menantang ini hanya untuk mereka yang benar-benar siap secara fisik, mental, dan strategi tim.
Mengawal ketat gelaran bergengsi ini, Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) DPC Banyuwangi kembali turun langsung ke lapangan. Ketua PW-FRN Banyuwangi, Agus Samiaji, memastikan bahwa pihaknya turut berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan etape pamungkas ini, baik dari sisi dokumentasi, edukasi masyarakat, maupun pengawalan narasi media.
“Ini bukan sekadar balapan, tapi momentum promosi luar biasa untuk Banyuwangi. Kami dari PW-FRN hadir di seluruh titik krusial untuk memastikan publik mendapat informasi akurat dan semangat positif dari TDBI 2025,” tegas Agus Samiaji.

PW-FRN juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, tidak menghalangi jalur pembalap, dan mendukung para rider dari pinggir jalan dengan semangat dan etika.
Etape empat TDBI 2025 menjadi arena seleksi alam bagi para pembalap. Tanjakan Gunung Ijen dikenal dengan kemiringan hingga 18 persen di beberapa titik. Selain itu, hawa dingin, udara tipis, dan kelelahan dari etape-etape sebelumnya akan menguji batas fisik dan fokus pembalap.
“Kami yakin, mereka yang bisa menaklukkan Ijen hari ini adalah yang pantas disebut juara sejati. Dan kami bangga, Banyuwangi punya lintasan kelas dunia seperti ini,” tambah Agus.
PW-FRN DPC Banyuwangi menyiapkan laporan langsung dari jalur tanjakan, termasuk dari pos pendakian, untuk mengabadikan momen-momen dramatis jelang garis finis.
Sejak pagi, jurnalis PW-FRN sudah standby di RTH Maron Genteng untuk meliput suasana start, kemudian menyebar di titik-titik penting seperti Kalibendo, Licin, hingga kawasan Paltuding. Mereka siap memberikan update visual dan laporan mendalam, sekaligus menjaga agar tidak ada distorsi informasi selama event berlangsung.
PW-FRN menyebut TDBI bukan sekadar event olahraga, tapi platform diplomasi pariwisata yang bisa mengangkat nama Banyuwangi di level global. Untuk itu, mereka berkomitmen mengawal narasi dari akar rumput hingga layar nasional.
“Kami tak hanya meliput, tapi menjaga marwah Banyuwangi. Inilah bentuk bakti kami sebagai wartawan yang peduli daerah,” pungkas Agus Samiaji.
(Dra).





