Medan – Upaya pemberantasan narkoba di Sumatera Utara terus digencarkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut. Sejumlah lokasi yang menjadi tempat transaksi dan pesta narkoba dibongkar, barak-barak dibakar, hingga loket-loket penjualan narkotika dimusnahkan. Aksi tegas ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat, terutama pada momentum bulan kemerdekaan yang menjadi simbol perlawanan terhadap kejahatan.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan komitmennya untuk membebaskan provinsi ini dari jeratan narkotika. Dalam sidang paripurna DPRD Sumut yang membahas pengesahan RPJMD 2025–2030, Kamis (7/8/2025), Bobby menyatakan bahwa para pelaku yang terbukti terlibat akan diproses hukum tanpa kompromi. “Tidak ada toleransi. Ini penyakit kronis yang telah lama menggerogoti Sumatera Utara. Saatnya kita bertindak tegas,” ujarnya.
Bobby bahkan menyerukan pembersihan total seluruh sarang narkoba. “Kita musnahkan, kita tunjukkan bahwa Sumatera Utara bisa merdeka dari narkoba,” tambahnya dengan tegas.
Namun, semangat ini belum terlihat dari Wali Kota Siantar Wesly Silalahi dan Bupati Batubara Baharuddin Siagian. Kedua kepala daerah tersebut belum memberikan pernyataan publik terkait penegakan hukum terhadap dua Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah mereka—Studio 21 dan Nirwana—yang sudah dipasangi garis polisi oleh Polda Sumut dan memiliki tersangka. Saat dimintai keterangan oleh media, keduanya memilih bungkam, memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, menegaskan pihaknya akan terus menindak semua pihak yang terlibat, termasuk mereka yang mencoba menghalangi proses hukum.
BACA JUGA: Patroli Dialogis di Objek Wisata, Kapolres Madiun Pastikan Libur Lebaran Aman dan Nyaman POLRES MADIUN – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama libur Lebaran 2026, Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Madiun melaksanakan patroli ke sejumlah objek wisata di wilayah Kabupaten Madiun, Selasa (24/3/2026). Patroli tersebut menyasar lokasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, di antaranya Waduk Widas Saradan dan Wahana The Nice Play Land Saradan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang berlibur bersama keluarga. Dalam pelaksanaannya, Kapolres Madiun bersama rombongan melaksanakan patroli dialogis dengan menyapa langsung para pengunjung serta pengelola wisata. Selain menjalin komunikasi yang humanis, Kapolres juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan serta selalu menjaga keselamatan, khususnya saat berada di area wisata. Tidak hanya itu, Kapolres juga mensosialisasikan layanan darurat Call Center 110 kepada masyarakat sebagai sarana pelaporan cepat apabila terjadi gangguan keamanan maupun membutuhkan bantuan kepolisian. “Melalui patroli dialogis ini, kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat menikmati libur Lebaran di tempat wisata. Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak ragu menghubungi layanan 110 apabila membutuhkan bantuan dari kepolisian,” ujar Kapolres Madiun. Ia menambahkan bahwa kehadiran personel Polri di lokasi wisata merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, terutama di titik-titik keramaian yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Selama kegiatan berlangsung, situasi di Waduk Widas maupun Wahana The Nice Play Land terpantau ramai pengunjung namun tetap dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif. Petugas juga terus melakukan pemantauan serta pengamanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan adanya patroli dialogis ini, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Polres Madiun berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan preventif maupun humanis, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama momentum libur Lebaran 2026
“Kita selamatkan Sumut dari bahaya narkoba,” pungkasnya.
Dengan dukungan publik yang semakin kuat, pemberantasan narkoba di Sumatera Utara diharapkan dapat berlanjut secara konsisten, membawa daerah ini menuju lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi seluruh warganya.