Scroll untuk baca artikel
NewsViral

Geger! Video Viral Lurah Kolakaasi Digerebek Istri di Kosan, Anak Gadis Sampai Terlibat Baku Hantam

×

Geger! Video Viral Lurah Kolakaasi Digerebek Istri di Kosan, Anak Gadis Sampai Terlibat Baku Hantam

Sebarkan artikel ini
viral lurah kolakaasi
Oknum lurah di Kolaka yang digrebek oleh istri dan anaknya (Screenshoot fb Ati Rosmiati)

KOLAKA, Domainrakyat.com – Jagat media sosial di Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Kolaka, digegerkan oleh sebuah video yang merekam detik-detik penggerebekan yang dramatis. Video tersebut menampilkan seorang oknum pejabat publik yang diduga lurah Kolakaasi.

Lurah tersebut tertangkap basah bersama wanita lain di sebuah kamar kos-kosan. Video viral lurah Kolakaasi yang diunggah oleh akun Facebook Ati Rosmiati ini langsung meledak. Hanya 15 jam setelah diunggah, video itu mencatat lebih dari 133 ribu penayangan hingga sore hari (11/10/2025).

Aksi penggerebekan yang penuh ketegangan ini dilakukan oleh istri sah sang lurah, didampingi oleh anak perempuannya yang masih remaja. Suasana semakin memanas dan emosional ketika sang lurah memberikan serangkaian pernyataan yang seolah membenarkan perbuatannya dan secara terang-terangan menolak istrinya.

Pengakuan Kontroversial dari oknum lurah

Dalam rekaman yang kini menjadi perbincangan hangat, oknum lurah tersebut melontarkan pengakuan yang mengejutkan, antara lain:

  1. Secara gamblang menyatakan sudah tidak lagi menginginkan istrinya.
  2. Mengklaim telah resmi menceraikan sang istri.
  3. Menuduh istrinya terus-menerus mengejar-ngejar dirinya.
  4. Mengakui telah menikahi wanita berinisial ‘I’ yang berada bersamanya.
  5. Meminta agar sang istri menghentikan tindakannya mengejar-ngejar dia.
BACA JUGA:  Persiapan Pelaksanaan Peringatan Hari Jadi Ke-83 Kabupaten Musi Rawas Tahun 2026,

Sontak, klaim-klaim ini langsung dibantah keras oleh sang istri. Dia menjelaskan bahwa kehadirannya di lokasi bukanlah untuk ‘mengejar’, melainkan semata-mata untuk mendapatkan bukti nyata atas perselingkuhan yang selama ini ia curigai. Ia juga mengungkapkan fakta krusial bahwa dirinya tidak pernah menerima panggilan atau undangan resmi dari pengadilan agama, karena menduga suaminya telah memalsukan alamat demi melancarkan proses perceraian sepihak.

“Saya hanya ingin bukti, dan akhirnya saya dapatkan! Kau palsukan alamatku, supaya itu surat panggilan tidak sampai ke saya, supaya saya tidak hadir di pengadilan,” seru sang istri penuh penekanan.

BACA JUGA:  Idul Fitri 1447 H, Kapolres Murung Raya Serukan Kebersamaan Jaga Kamtibmas

Bentrokan Fisik yang Melibatkan Anak Kandung

Puncak drama terjadi ketika anak gadis remaja dari pasangan ini berusaha menerobos masuk ke kamar kosan. Momen itu terekam jelas saat sang ayah berusaha menghalangi, yang berujung pada tindakan tak terduga: sang anak menendang ayahnya hingga tersungkur. Tak terima diperlakukan demikian, sang ayah membalas tindakan tersebut dengan memukul anaknya. Sebuah tindakan yang dinilai publik sebagai ironi mendalam, ketika seorang pejabat publik harus terlibat bentrokan fisik dengan darah dagingnya sendiri di tengah skandal perselingkuhan.

Atas kejadian memalukan ini, tuntutan sang istri pun tegas: ia meminta pertanggungjawaban penuh sang lurah terhadap keempat anak mereka, dan yang paling utama, ia berharap agar sang lurah dipecat dari jabatannya.

Sorotan Tajam dari Warganet Terhadap Oknum ASN

Publik di media sosial pun merespons dengan keras. Perilaku oknum lurah Kolakaasi ini dinilai telah mencoreng citra Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat publik.

BACA JUGA:  Festival Ramadan Fair 2026 Resmi Ditutup, Wadah Silaturahmi dan Kreativitas Masyarakat

Akun Facebook Berthy Layuk berkomentar tajam, “Ngerinya ada Pak Lurah begini, bicara saja sudah tidak berkualitas bagaimana mau menyelesaikan permasalahan warganya. Semoga Bupati Kolaka segera bertindak terhadap ASN seperti ini.”

Sementara itu, akun Marwiah menyampaikan kekecewaan, “Astagfirullah begini modelnya lurah🙈🙈 berhentikan saja jadi lurah🙈.” Warganet lain, Renika Marlianti, melontarkan sindiran pedas yang dramatis, “Kira-kira ini kalau dipecat jadi lurah, masih mauji itu perempuan sama dia😂.”

Respons ini menegaskan bahwa masyarakat menuntut integritas moral yang tinggi dari pemimpin daerah mereka. Arul Kolaka menutup respons publik dengan penekanan, “Ini sudah salah besar ini, dia sebagai lurah harus memberikan contoh kebaikan.” Skandal ini tidak hanya menjadi masalah rumah tangga, tetapi telah menjelma menjadi isu moralitas publik yang menanti ketegasan sanksi dari Pemerintah Kabupaten Kolaka.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!