PURUK CAHU, Domain Rakyat.Com//
PT Sapta Indra Sejati (SIS) resmi membuka pelaksanaan program magang bagi masyarakat Kabupaten Murung Raya melalui kegiatan open ceremony yang digelar bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Murung Raya. Program ini menjadi langkah konkret menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di dunia industri pertambangan dan jasa penunjang.
Adapun program yang dijalankan meliputi Operator Preparation Program, Mechanic Preparation Program, dan Tyreman Preparation Program. Seluruh peserta akan mengikuti masa pelatihan dan magang selama enam bulan hingga satu tahun, dengan materi teknis serta pembentukan disiplin kerja sesuai standar perusahaan.
Chief Project PT SIS, Didit Pramudya, menegaskan program tersebut merupakan bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, perusahaan tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga ingin menciptakan sumber daya manusia yang siap kerja dan berkompetensi.
Ia menjelaskan, sebelum peserta memasuki tahapan inti magang, mereka wajib melalui proses Bintalsik atau pembinaan mental dan fisik. Tahapan ini dinilai penting untuk membangun karakter, kedisiplinan, ketahanan mental, serta kesiapan menghadapi ritme kerja lapangan yang menuntut tanggung jawab tinggi.
Sementara itu, Bupati Heriyus menyambut positif kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah tersebut. Menurutnya, program seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Murung Raya karena mampu membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan keterampilan warga sesuai kebutuhan industri.
Heriyus menilai kehadiran investasi akan lebih memberi manfaat apabila masyarakat lokal diprioritaskan dan dipersiapkan menjadi tenaga kerja unggul. Karena itu, ia berharap program serupa terus diperluas agar semakin banyak generasi muda Murung Raya mendapat kesempatan meningkatkan kapasitas diri.

Kegiatan pembukaan ditutup dengan penyematan helm kepada peserta sebagai simbol dimulainya perjalanan magang. Momen itu menandai harapan baru bagi peserta untuk menatap masa depan kerja yang lebih baik, sekaligus menjadi sinyal bahwa pengembangan SDM lokal mulai mendapat tempat utama di daerah






