Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahKaltengNews

Hari Buruh 2026: Dari Janji ke Aksi, Upaya Nyata Membangun Masa Depan Pekerja di Murung Raya

Avatar photo
×

Hari Buruh 2026: Dari Janji ke Aksi, Upaya Nyata Membangun Masa Depan Pekerja di Murung Raya

Sebarkan artikel ini

Murung Raya, Domain Rakyat.Com//

Peringatan Hari Buruh tahun ini dimaknai berbeda oleh Pemerintah Kabupaten Murung Raya. Bukan sekadar seremoni atau pengulangan janji, tetapi menjadi momentum untuk menegaskan arah kerja yang sedang berjalan—perlahan, bertahap, namun berkelanjutan.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa komitmen yang dibawa oleh Bupati Heriyus M. Yoseph dan Wakil Bupati Rahmanto Muhidin bukan berhenti pada narasi kampanye. Janji-janji tersebut kini menjadi pijakan dalam merancang kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kalangan pekerja dan generasi muda.

Wakil Bupati Rahmanto Muhidin menekankan bahwa pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup hanya berbasis wacana. Menurutnya, diperlukan langkah konkret yang mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak daerah.

BACA JUGA:  Polres Madiun Gelar Apel Sabuk Kamtibmas, Perkuat Sinergitas dan Pengamanan Swakarsa

“Pekerjaan bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga menyangkut martabat dan masa depan. Karena itu, kita harus memastikan generasi muda memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak,” ujarnya.

Salah satu langkah yang kini mulai diwujudkan adalah penguatan program Kartu Prakerja daerah. Program ini dirancang sebagai fondasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, sekaligus menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan sumber daya manusia di Murung Raya.

Implementasi dari upaya tersebut mulai terlihat melalui pembukaan program magang kerja sama dengan PT Sapta Indra Sejati (SIS). Program ini diresmikan langsung oleh Bupati Heriyus M. Yoseph dan menjadi salah satu inisiatif strategis dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.

BACA JUGA:  Curi 35 Kg Telur Ayam di PT. BMI, Dua Karyawan Diamankan Polsek Pulau Rimau

Dengan kapasitas hingga 1.000 peserta setiap tahun, program magang ini diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi pemuda Murung Raya untuk terlibat langsung dalam dunia kerja, bukan sekadar sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku utama di daerahnya sendiri.

Pemerintah daerah menyadari bahwa hasil dari kebijakan ini tidak dapat dirasakan secara instan. Namun demikian, langkah-langkah yang diambil diyakini sebagai bagian dari proses panjang dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Momentum Hari Buruh pun menjadi pengingat bahwa perjuangan meningkatkan kesejahteraan pekerja tidak pernah selesai dalam satu tahap. Ia membutuhkan konsistensi, kolaborasi, dan kerja nyata yang terus dijaga dari waktu ke waktu.

BACA JUGA:  Kapolda Sumsel Resmikan Gedung SPKT dan Luncurkan Program Bakti Sosial di Polres Musi Rawas

Bagi Pemerintah Kabupaten Murung Raya, apa yang dilakukan hari ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal dari upaya panjang untuk memastikan bahwa kesejahteraan buruh dan masa depan generasi muda benar-benar dapat diwujudkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *