Scroll untuk baca artikel
InternasionalNews

Ribuan Warga Israel Protes Kebijakan Netanyahu: Desak Pembebasan Sandera, Tolak Eskalasi Perang Gaza

×

Ribuan Warga Israel Protes Kebijakan Netanyahu: Desak Pembebasan Sandera, Tolak Eskalasi Perang Gaza

Sebarkan artikel ini
Demonstran anti pemerintah berunjuk rasa di luar markas tentara Israel di Tel Aviv [Jack Guez/AFP]

Domainrakyat.com — Ribuan warga Israel kembali memadati jalanan dalam unjuk rasa besar-besaran yang menyerukan dua tuntutan utama: pembebasan para sandera yang ditahan di Gaza dan penghentian ekspansi operasi militer pemerintah terhadap wilayah tersebut. Gelombang protes ini menyoroti ketegangan yang semakin membesar di dalam negeri, di tengah perang berkepanjangan yang telah menelan banyak korban di kedua belah pihak.

Keluarga Sandera Desak Negosiasi, Bukan Bom

Demonstrasi yang digelar di Tel Aviv, Yerusalem, dan sejumlah kota lainnya, dipimpin oleh keluarga para sandera yang menyuarakan kekecewaan mereka terhadap strategi pemerintah. Mereka mendesak Netanyahu agar mengutamakan diplomasi dan negosiasi demi menyelamatkan nyawa orang-orang yang masih ditahan oleh kelompok bersenjata di Gaza.

Banyak peserta aksi memegang foto anggota keluarga mereka yang masih disandera, sembari meneriakkan yel-yel menentang keputusan kabinet yang disebut lebih mengutamakan kepentingan politik daripada kemanusiaan.

BACA JUGA:  Camat Barito Tuhup Raya: Idul Fitri Momentum Perkuat Toleransi Bangun Murung Raya

Penolakan terhadap Perluasan Perang

Selain isu sandera, demonstran juga menentang rencana eskalasi serangan militer Israel terhadap Jalur Gaza. Mereka menilai bahwa perluasan perang hanya akan memperburuk situasi kemanusiaan dan membahayakan peluang pembebasan sandera.

“Setiap bom yang dijatuhkan bisa membunuh harapan kami untuk melihat keluarga kami pulang dengan selamat,” ujar salah satu peserta aksi, yang merupakan saudara dari sandera perempuan yang ditahan sejak Oktober 2023.

Tekanan Publik Terhadap Netanyahu Meningkat

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan domestik yang semakin besar, baik dari masyarakat sipil maupun anggota parlemen oposisi. Kebijakannya dinilai terlalu keras dan tidak responsif terhadap seruan rakyatnya sendiri.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Musi Rawas H. Suprayitno hadiri Operasi Pasar Murah dengan tema MURA

Pengamat politik mencatat bahwa ketegangan internal ini bisa berdampak langsung terhadap stabilitas pemerintahan Netanyahu, yang dalam beberapa bulan terakhir telah menghadapi serangkaian krisis, mulai dari masalah hukum pribadi hingga tekanan dari komunitas internasional atas operasi militernya.

Seruan untuk Gencatan Senjata dan Mediasi Internasional

Banyak pihak, termasuk kelompok HAM dan diplomat asing, menyerukan agar Israel mengambil jalur damai dan membuka kembali kanal mediasi internasional. Harapan publik tertuju pada mediator-mediator potensial seperti Mesir, Qatar, dan PBB, yang sebelumnya pernah memfasilitasi pertukaran tahanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!