HajiKesehatanNews

Kemenkes Imbau Jamaah Haji Waspadai Penularan MERS-CoV

12
kemenkes imbau jamaah haji
Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, domainrakyat.comKemenkes imbau jamaah haji untuk tetap waspada terhadap risiko penularan penyakit Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr Mohammad Imran.

“Meskipun kasus MERS-CoV relatif sedikit dan masih terkendali di Arab Saudi, kewaspadaan harus tetap dijaga oleh seluruh jamaah dan petugas haji,” ujar Imran saat ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Jumat (9/5/2025).

Laporan Kasus Terbaru MERS-CoV

Baca Juga:

Mengacu pada laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan Arab Saudi mencatat sembilan kasus terkonfirmasi MERS-CoV dalam periode 1 Maret hingga 21 April 2025. Delapan kasus terjadi di wilayah Riyadh dan satu di Hail. Dari jumlah tersebut, dua pasien meninggal dunia, dan tujuh lainnya berada di Riyadh, termasuk enam petugas kesehatan yang terinfeksi melalui kontak nosokomial dengan pasien yang dirawat.

Imran menjelaskan bahwa MERS-CoV merupakan infeksi pernapasan serius akibat virus corona yang penularannya bisa terjadi melalui kontak erat dengan hewan terinfeksi—terutama unta—atau melalui percikan cairan pernapasan dari manusia ke manusia.

Gejala umum yang muncul antara lain demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Pada kasus tertentu, kondisi ini bisa berkembang menjadi komplikasi parah yang memerlukan penanganan medis intensif.

Ilustrasi/Istimewa

Imbauan Kesehatan dan Pencegahan

Untuk mencegah penyebaran penyakit, KKHI Makkah dan Madinah siap siaga memberikan pelayanan kepada jamaah yang menunjukkan gejala gangguan pernapasan. Imran mengimbau agar jamaah tidak melakukan kontak langsung dengan unta, tidak meminum susu unta di peternakan, dan menghindari produk olahan unta yang tidak terjamin kebersihannya.

Jamaah juga dianjurkan untuk mengenakan masker di tempat ramai, menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, serta menjalankan pola hidup bersih dan sehat.

Selain itu, Imran menekankan agar jamaah segera melapor kepada petugas kesehatan bila mengalami gejala seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, atau sesak napas. Deteksi dini dan penanganan cepat dapat mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Dengan meningkatnya jumlah kasus, Kemenkes imbau jamaah haji agar tetap menjaga kewaspadaan selama beribadah agar kesehatan tetap terjaga dan ibadah berjalan lancar.

Sumber: Antara

Exit mobile version