Bogor,DomainRakyat.Com – Ramadhan kembali hadir, menyapa hati dengan kelembutan yang sama, namun selalu membawa cerita yang berbeda. Tahun 1447 H ini, perjalanan Ramadhan terasa seperti sebuah pengembaraan jiwa—berkelana dari satu makna ke makna lainnya, dari satu doa ke doa yang lain, dari satu harapan menuju harapan yang lebih dalam.
Di setiap fajar yang menyingsing, kita diajak untuk memulai hari dengan niat yang diperbarui. Sahur bukan sekadar mengisi perut, tetapi menguatkan tekad untuk menjalani hari dengan kesabaran.
Lalu siang hari menjadi ladang ujian—menahan lapar, dahaga, dan emosi, sekaligus melatih keikhlasan dalam setiap langkah.
Ramadhan berkelana bukan hanya tentang berpindahnya waktu dari hari ke hari, tetapi bagaimana kita memanfaatkan waktu untuk ibadah terutama sholat wajib berjamaah. Pemanfaatan waktu sholat wajib berjamaah di lakukan oleh Tan Malaka mengunjungi berbagai masjid/mushalla untuk menunaikan sholat wajib berjamaah di tengah kesibukan dunia.
Dengan sholat wajib berjamaah yang berpindah-pindah masjid di bulan Ramadhan mengajak kita untuk berhenti sejenak, merenung, dan kembali pada tujuan utama kehidupan.
Masjid- masjid yg di kunjungi untuk melakukan ibadah sholat yaitu masjid Budi Guna Citereup Bogor, masjid At-Taubah ditbekang Cibinong Bogor, Masjid Nurul Waton Pakansari Cibinong Bogor, Masjid Al-Ittihad Kec. Cipayung kota Depok, Masjid Jami At-Taqwa Cibinong Bogor, Masjid At-Thohirin jl.raya Sukabumi km.2 Ciawi Bogor, Masjid At-Thohir Kec. Gn. Putri kab. Bogor, Mushalla Annur jl. Benda Raya Cilandak Ps. Minggu Jaksel.
Ramadhan Berkelana 1447 H ini adalah perjalanan/pengembaraan menunaikan sholat berjamaah di masjid/mushalla dgn berpindah-pindah, meski hanya sedikit, perjalanan untuk memperbaiki diri, meski perlahan. Dan perjalanan untuk kembali menemukan makna hidup yang sejati.
Hadis Nabi SAW menekankan keutamaan berjalan ke masjid untuk shalat berjamaah, di mana setiap langkah menghapus dosa dan meningkatkan derajat. Meski disunnahkan shalat di masjid terdekat, berjalan lebih jauh ke masjid lain diperbolehkan, bahkan lebih besar pahalanya jika alasannya benar seperti shalat lebih khusyuk atau jamaah lebih banyak.
Semoga dalam pengembaraan ini, menuai pahala yg sangat besar, serta menjadi pribadi yang pulang dengan hati yang lebih bersih, lebih kuat, dan lebih penuh harapan. Aamiin YRA.( Tim Kaperwil Redaksi Jawa Barat)
