Peristiwa

Bocah SD di NTT Tinggalkan Surat Terakhir untuk Ibu Sebelum Ditemukan Meninggal

202
bocah sd di ntt
Ilustrasi: Firdaus/Domainrakyat.com

NGADA – Peristiwa memilukan mengguncang Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Seorang Bocah SD di NTT berinisial BR (11) ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1/2026) siang, meninggalkan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar tentang perlindungan dan kesehatan mental anak di lingkungan keluarga serta sekolah.

Korban yang tercatat sebagai siswa kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa di area kebun cengkeh milik warga. Saat proses evakuasi, warga menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga kuat ditulis korban sebelum kejadian tragis tersebut. Surat itu ditujukan kepada sang ibu dan ditulis menggunakan bahasa daerah Bajawa.

Pesan Terakhir Bocah Sekolah Dasar untuk Sang Ibu

Baca Juga:

Isi surat yang kemudian diterjemahkan warga setempat menyayat hati. Dalam pesan singkat tersebut, korban meminta sang ibu agar tidak menangis dan tidak mencarinya apabila dirinya meninggal. Ia juga menyinggung kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan. Surat ini menjadi potret sunyi beban emosional yang diduga dipendam anak seusia sekolah dasar.

Menurut keterangan warga setempat, Lipus Djio (47), korban dikenal sebagai anak yang kurang mendapatkan perhatian orang tua. Ayah korban telah meninggal dunia sejak korban masih dalam kandungan. Ibunya harus menafkahi lima orang anak seorang diri, dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas.

Korban diketahui tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun di sebuah pondok sederhana. Pada saat kejadian, sang nenek sedang berada di rumah tetangga. Sebelum peristiwa itu, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena sekolah. Permintaan tersebut tak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Polisi dan Pemerintah Daerah Lakukan Pendalaman

Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino melalui Kasi Humas Ipda Benediktus R. Pissort menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dan berkoordinasi dengan keluarga korban. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.

Camat Jerebuu, Bernadus Honoratus Tage, juga membenarkan kejadian tersebut setelah menerima laporan dari Kepala Desa Nenawea. Aparat kepolisian dari Pospol Jerebuu dan Polres Ngada langsung turun ke lokasi untuk penanganan awal.

Peristiwa Bocah SD di NTT ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis anak, khususnya mereka yang hidup dalam tekanan ekonomi dan kehilangan figur orang tua. Pendampingan, komunikasi, dan kepedulian dinilai menjadi kunci mencegah tragedi serupa terulang.

Exit mobile version