PALEMBANG,DOMAINRAKYAT– Kemacetan lalu lintas di Simpang 4 Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) 2 menjadi keluhan masyarakat. Maklum kasus ini sudah sering terjadi, seperti terpantau Rabu (26/02/25) pagi dari arah Bandara SMB 2 menuju arah Simpang 4 Talang Jambe dan Menuju Tanjung Api-Api macet total.
Menurut seorang pengendara mobil pribadi, Mario, kemacetan di titik tersebut sudah menjadi langganan. “Sering nian macet di simpang ini. Kesannya tidak pernah ada solusi,” ungkapnya,
Jika dipantau, macet sebenarnya tidak ada sumbatan hanya memang volume kendaraan pribadi ditambah mobil angkutan yang beraktivitas membuat jalan tersebut menjadi padat. “Ini masalahnya jalan masuk mau ke Talang Jambe cuma 2, kalau tidak lewat Simpang Empat Lematang, ya lewat Jalan Karantina,” katanya.
Nyatanya banyak kendaraan yang lalu lalang lewat jalan tersebut. Warga juga mempertanyakan mengapa banyak mobil angkutan (truk) bersileweran di pagi atau siang hari di jalan tersebut. “Jam pagi apakah memang boleh truk melintas atau masuk kota. Angkutan besar ini yang juga buat jalan menjadi sempit,” kata Ella salah seorang pekerja swasta yang juga setiap hari melewati jalan tersebut.
Terpisah di simpang 4 Talang Jambe, Ujang, salah satu sopir truk mengungkapkan, ia terpaksa melintas pada pagi hari karena mengejar waktu keluar Kota Palembang sebelum pukul 09.00 WIB untuk kembali ke Kabupaten Lahat. Dirinya juga ditarget perusahaan mengangkut batu bara sekali sehari.
“Terpaksa Pak, sebab mengejar waktu agar bisa keluar Palembang sebelum jam 9 pagi, Saya langsung pulang ke Lahat untuk mengisi muatan lagi, jadi bisa masuk Palembang sekitar pukul 20.30 WIB dan langsung menuju Pelabuhan TAA untuk bongkar muat batu bara, kalau tidak gaji saya akan dipotong,”ucapnya
Mengenai masih banyaknya truk bertonase besar melintas dan masuk ke wilayah Kota Palembang di luar dari jam yang ditentukan, Kabid Wasdalops Dishub Kota Palembang, Julyansyah menjelaskan banyak faktor memicu hal tersebut. Terlebih lagi, karena kondisi jam kerja, semakin memperparah situasi dan kemacetan yang ditimbulkan.
“Sesuai aturan yang ada, kendaraan jenis truk masuk ke dalam Kota Palembang itu boleh pada malam hari. Namun yang terjadi saat ini, sudah masuk ke Kota Palembang pada pagi dan dan siang hari bersamaan jam-jam sibuk. Ini menyebabkan kemacetan. Hal ini sudah menjadi perhatian kita. Meskipun demikian, yang jadi persoalan, jalanan yang dilalui merupakan kewenangannya pemerintah pusat karena jalan negara,” ungkapnya.
Khusus kemacetan di di Simpang Bandara sampai simpang 4 Talang Jambe, lanjut Julyansyah, karena ada antrean mobil yang keluar masuk.” Pungkasnya
Warga setempat yang telah lama bermukim di wilayah perbatasan antara Kota Palembang dan kabupaten Banyuasin mengungkapkan memang harusnya tiap hari ada petugas bergantian yang memecah kemacetan, yang mengarahkan kendaraan yang lewat untuk lebih beraturan, kenapa truk bisa jalan pagi hari di sana karena memang diperbolehkan. “Entah apa memang jalurnya truk, jalan provinsi atau juga jalur nasional,” ucapnya.
(Adi)





