Banyuasin,domainrakyat.com – Kondisi rusa di rumah dinas Bupati Banyuasin, H. Askolani Jasi, menjadi sorotan setelah unggahan di akun TikTok pribadinya menunjukkan penurunan jumlah rusa secara drastis. Dari awalnya 21 ekor, kini hanya tersisa 13 ekor, dan kondisinya terlihat kurus serta kurang terawat,(04/03/2025).
Fenomena ini langsung mendapat perhatian dari aktivis lingkungan Banyuasin, Sepriadi Pratama. Ia mempertanyakan penyebab berkurangnya jumlah rusa serta kondisi kesehatan hewan-hewan tersebut. Menurutnya, keberadaan rusa di lingkungan rumah dinas seharusnya mendapat perhatian khusus, baik dari dinas terkait maupun pihak ketiga yang memiliki keahlian dalam perawatan satwa.
“Seharusnya rusa-rusa ini dikelola dengan baik, karena pasti ada anggaran untuk pemeliharaan mereka. Mulai dari makanan hingga vitamin yang diperlukan untuk menjaga kesehatan rusa-rusa ini,” ujar Sepriadi.
Ia juga menekankan bahwa pemeliharaan satwa bukan hanya sekadar estetika atau simbol semata, tetapi juga tanggung jawab moral dan hukum. Jika ada dana yang dialokasikan untuk pemeliharaan rusa-rusa tersebut, maka transparansi dalam penggunaannya perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.
Masyarakat Banyuasin pun mulai mempertanyakan bagaimana rusa-rusa ini bisa berkurang jumlahnya dan siapa yang bertanggung jawab atas perawatannya. Beberapa warganet turut mengomentari unggahan Bupati Askolani Jasi, mempertanyakan apakah rusa-rusa yang hilang mati karena kelaparan atau ada faktor lain yang menyebabkan jumlahnya menyusut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait kondisi dan nasib rusa-rusa tersebut. Publik berharap ada penjelasan transparan mengenai pengelolaan rusa di rumah dinas agar tidak menimbulkan spekulasi yang lebih luas.
Apakah rusa-rusa ini benar-benar mendapat perawatan yang layak? Ataukah ada kelalaian dalam pengelolaannya? Masyarakat Banyuasin menunggu jawaban yang jelas dari pihak terkait.
(Jemaat)





