Scroll untuk baca artikel
BanyuasinHukum & Kriminal

Enam Lampu Hilang, Sukarno Sport City Banyuasin Terlihat Terbengkalai Miris, Aset Miliaran Rupiah Terancam Rusak dan Raib

Avatar photo
×

Enam Lampu Hilang, Sukarno Sport City Banyuasin Terlihat Terbengkalai Miris, Aset Miliaran Rupiah Terancam Rusak dan Raib

Sebarkan artikel ini

Banyuasin,domainrakyat.com– Ironi kembali menyelimuti Kabupaten Banyuasin. Kawasan Sukarno Sport City, yang sempat digadang-gadang sebagai pusat olahraga terbesar di Banyuasin, kini berubah menjadi kawasan gelap, kumuh, dan tak terawat. Enam unit lampu jalan dilaporkan hilang dari area tersebut, disertai raibnya kabel-kabel listrik yang seharusnya menyuplai penerangan malam hari.

Pantauan awak media domainrakyat di lapangan menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Infrastruktur yang dibangun dengan dana besar kini tampak terbengkalai. Rumput liar dibiarkan tumbuh liar, beberapa fasilitas rusak, dan kawasan terlihat gelap gulita saat malam hari—rawan tindak kriminal.

Sepriadi Pratama, aktivis sosial Banyuasin, turut angkat bicara terkait kondisi ini. Ia menilai pemerintah daerah gagal menjaga dan mengawasi aset negara yang telah dibangun dengan uang rakyat.

“Ini bukan sekadar masalah pencurian lampu. Ini adalah cerminan dari kelalaian. Sukarno Sport City dibangun dengan anggaran besar, tapi setelah selesai, tak ada pemeliharaan yang serius. Pemerintah Banyuasin harus bertanggung jawab,” tegas Sepriadi.

Lebih lanjut, Sepriadi mengingatkan bahwa kawasan Sukarno Sport City adalah simbol harapan untuk kemajuan olahraga di Banyuasin. Jika dibiarkan rusak dan ditelantarkan, maka proyek ini hanya akan menjadi bukti pemborosan anggaran tanpa dampak positif yang nyata.

“Saya mendesak Dinas Pemuda dan Olahraga, serta dinas terkait lainnya, segera turun tangan. Jangan biarkan fasilitas ini habis dicuri sedikit demi sedikit. Hari ini lampu, besok mungkin bangunannya,” ujar Sepriadi.

Hilangnya sejumlah lampu dan kabel ini menjadi indikator lemahnya sistem keamanan dan minimnya perhatian pemerintah terhadap aset vital daerah. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya sibuk membangun, tetapi juga merawat apa yang telah dibangun.

Sukarno Sport City semestinya menjadi pusat kegiatan positif, bukan tempat gelap yang menimbulkan rasa takut. Jika tidak ada langkah tegas dan konkret dari pemerintah Banyuasin, dikhawatirkan seluruh kawasan ini akan semakin rusak dan kehilangan fungsinya sebagai pusat olahraga.

 

 

(Adi.p)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *