Banyuasin,domainrakyat.com– Suasana pengambilan rapor kenaikan kelas di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Talang Kelapa mendadak menjadi sorotan. Pihak sekolah diduga memanfaatkan momen tersebut untuk meminta sumbangan kepada wali murid dengan dalih pembangunan musala.
Ratusan orang tua siswa memadati sekolah untuk mengambil rapor. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini pengambilan rapor tidak boleh diwakilkan dan harus diambil langsung oleh orang tua siswa. Kebijakan ini mengundang pertanyaan dan kecurigaan sejumlah wali murid.
Di balik pembagian rapor, wali kelas menyampaikan sejumlah pengumuman. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah permintaan bantuan dana, yang disebut sebagai pesan langsung dari kepala sekolah. Dana tersebut diklaim akan digunakan untuk pembangunan musala sekolah.
Permintaan ini sontak menuai reaksi beragam. Banyak wali murid merasa keberatan, terutama karena sumbangan disampaikan di tengah momen resmi pembagian rapor—yang seharusnya murni menjadi hak siswa, bukan ruang untuk agenda pungutan.
“Kalau memang perlu bantuan, bisa disampaikan dengan cara yang lebih transparan dan tidak terkesan memaksa,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebut namanya.
Menanggapi hal ini, aktivis pendidikan dan sosial Banyuasin, Sepriadi Pratama, angkat bicara. Ia menilai praktik semacam ini sangat tidak etis dan bisa mengarah pada pungutan liar (pungli).
“Mengumpulkan sumbangan dengan cara seperti ini, di momen pembagian rapor, jelas sangat tidak bijak. Ini berpotensi memaksa wali murid karena situasinya tidak setara. Kalau memang itu sumbangan sukarela, jangan dilakukan di saat orang tua sedang menunggu rapor anaknya,” ujar Sepriadi.
“Saya minta Dinas Pendidikan menindaklanjuti kasus ini. Jangan sampai praktik pungli berkedok sumbangan terus dibiarkan,” tambahnya.
Fenomena ini kembali membuka diskusi tentang batas antara sumbangan sukarela dan pungutan terselubung yang berkedok partisipasi. Transparansi, kejelasan, dan etika komunikasi menjadi sorotan penting dalam dunia pendidikan hari ini.
(Adi.p)
