BanyuasinNews

Menu MBG Dikeluhkan, BGN Janji Beri Sanksi Dapur yang Tidak Sesuai Standar

Banyuasin,domainrakyat.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah Kecamatan Talang Kelapa menuai kritik keras dari orang tua murid. Keluhan soal menu yang dinilai tidak sesuai standar gizi bahkan sempat viral di grup WhatsApp wali murid.

 

Skroll untuk Melanjutkan
Advertising
Korwil BGN Willy Alkusari

Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Banyuasin, Willy Alkusari, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir pelanggaran. Dapur penyedia atau Satuan Produksi Pangan Gizi (SPPG) yang terbukti tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP) akan disanksi, mulai dari peringatan tertulis hingga penghentian operasi.

“Tidak ada kompromi bagi dapur yang asal-asalan. Kalau tidak patuh SOP, kita tegur. Kalau masih membandel, kita tutup,” kata Willy, Jumat, 12 September 2025.

Ia menjelaskan, sejumlah SPPG baru kemungkinan nekat memproduksi paket makanan hingga 3.000 porsi sejak awal, padahal BGN merekomendasikan bertahap mulai 1.000 porsi untuk menjaga kualitas. Akibatnya, distribusi makan siang terganggu, bahkan ada laporan makanan basi sampai ke siswa.

Dari segi pengawasan, menurut Willy, sudah diatur melibatkan tiga unsur dalam SPPG: kepala produksi, ahli gizi untuk quality control, serta akuntan pengadaan. Bahkan Babinsa dan aparat kepolisian ikut memonitor distribusi ke penerima manfaat.

“Dari BGN kan ada tiga staff itu, kepala SPPG, ahli gizi, sama akuntan. Ahli gizi itu tugasnya quality control, yang berat Sementara di SPPG itu. Kemudian ada akuntannya dan pengawas pengadaan bahan-pangannya,” ungkapnya.

Salinan.S.SOS CAMAT TALANG KELAPA

Sementara itu, Camat Talang Kelapa, Salinan, ikut angkat suara. Ia meminta seluruh pengelola dapur sekolah mematuhi aturan distribusi agar makanan tetap segar sampai ke tangan siswa.

“Ada SOP jelas soal jadwal memasak, pengemasan, dan pendistribusian. Kalau itu dilanggar, pasti ada masalah,” tegasnya.

Disisi lain, Aktivis Banyuasin, Sepriadi Pratama mengatakan, fenomena ini menambah daftar panjang kritik publik terhadap implementasi MBG di Banyuasin. Program yang semestinya menopang gizi anak justru dinilai gagal di tahap dasar: menjaga mutu makanan.

“Dengan kondisi seperti ini, janji sanksi dari BGN dan pemerintah daerah akan diuji, apakah sekadar retorika atau benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Sebelumnya, keluhan datang dari para orang tua murid SDN 1 Talang Kelapa. Sebuah video berdurasi 18 detik beredar luas di grup WhatsApp wali murid. Dalam video itu, seorang orang tua siswa memperlihatkan menu MBG berisi telur orek dan sayur yang dianggap tak layak disantap.

Exit mobile version