Medan | DomainRakyat.com – Dukungan terhadap penerapan sistem pembayaran kontribusi berbasis digital di lingkungan pasar tradisional disampaikan Ketua Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia (APSINDO) Kota Medan, Mas Rizal Mandai. Menurutnya, langkah yang dilakukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bersama PUD Pasar Kota Medan merupakan terobosan penting dalam mewujudkan tata kelola pasar yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Mas Rizal menilai perubahan menuju sistem digital sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, pengelolaan pasar rakyat juga harus mampu beradaptasi agar pelayanan kepada pedagang maupun masyarakat semakin baik.
Ia mengatakan, selama ini mekanisme pembayaran dan pencatatan yang masih dilakukan secara manual kerap menimbulkan berbagai kendala, mulai dari proses administrasi yang lambat hingga keterbatasan data yang dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan.
Karena itu, hadirnya sistem pembayaran kontribusi secara digital dinilai akan memberikan banyak manfaat. Selain memudahkan pedagang dalam melakukan pembayaran, seluruh transaksi juga dapat tercatat secara otomatis dan terdokumentasi dengan lebih baik.
“APSINDO Kota Medan mendukung penuh program digitalisasi ini karena akan menciptakan sistem yang lebih terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan pencatatan yang dilakukan secara elektronik, pedagang maupun pengelola pasar memiliki kepastian terhadap setiap transaksi yang dilakukan,” ujar Mas Rizal Mandai.
Menurutnya, digitalisasi pasar tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan teknologi, melainkan juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang mengedepankan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan pasar rakyat.
Ia berharap penerapan sistem baru tersebut mampu meminimalisir berbagai persoalan administrasi yang selama ini masih ditemukan dalam pengelolaan pasar. Dengan seluruh transaksi tercatat dalam sistem, proses pengawasan akan menjadi lebih mudah dan potensi peningkatan pendapatan pasar dapat lebih optimal.
Mas Rizal juga mengingatkan bahwa para pedagang perlu membuka diri terhadap perubahan. Pasar tradisional, katanya, tidak boleh tertinggal dari perkembangan ekonomi digital yang kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Kalau ingin pasar rakyat tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, maka seluruh pihak harus siap bertransformasi. Pedagang juga harus mulai membiasakan diri dengan sistem digital karena itulah arah perkembangan dunia usaha saat ini,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi sinergi yang dibangun antara Bank Mandiri, PUD Pasar Kota Medan, Bank Indonesia, Pemerintah Kota Medan, dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dalam mendukung transformasi digital di sektor perdagangan rakyat.
Menurut Mas Rizal, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program tersebut agar tidak hanya berhenti pada seremoni peluncuran, melainkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para pedagang di lapangan.
Selain itu, ia berharap program digitalisasi pasar diiringi dengan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan sehingga seluruh pedagang dapat memahami dan memanfaatkan sistem yang telah disiapkan.
Mas Rizal optimistis penerapan sistem pembayaran digital akan membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan pasar, efisiensi pengelolaan, serta penguatan ekonomi kerakyatan di Kota Medan.
“Ini merupakan langkah maju yang patut didukung bersama. Kami berharap digitalisasi pasar dapat menjadi fondasi bagi terciptanya pasar rakyat yang lebih profesional, terpercaya, dan mampu bersaing di era modern,” pungkasnya.
(Dodi R. Sembiring)


Tinggalkan Balasan