MALANG – Tanoto Scholars Association (TSA) Universitas Brawijaya membangun kebiasaan literasi siswa melalui program Aksi Sosial Inovatif dan Implementasi SDGs (AKSIS) #4 bertajuk Menenun Prestasi Melalui Literasi di SDN Kedungkandang 2, Kota Malang.

Program yang berlangsung pada 21 September hingga 2 Oktober 2026 ini mengintegrasikan pendampingan literasi berbasis permainan, penyediaan media pembelajaran, serta penguatan kapasitas guru. Pendekatan tersebut dirancang untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan literasi dasar sekaligus mendukung keberlanjutan budaya membaca di sekolah.

Berdasarkan hasil asesmen terhadap siswa kelas 1 SDN Kedungkandang 2, sebanyak 90 persen siswa memiliki buku bacaan di rumah. Namun, hanya 20 persen yang terbiasa membaca setiap hari. Sementara itu, 40 persen siswa selalu didampingi orang tua saat belajar, sedangkan 60 persen lainnya hanya memperoleh pendampingan sesekali.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kepemilikan buku perlu diimbangi dengan pembiasaan membaca dan dukungan selama proses belajar.

Untuk menjawab kebutuhan itu, TSA Brawijaya menghadirkan pendekatan learning by playing atau belajar melalui permainan dalam dua rangkaian awal program. Siswa diajak mengenali kosakata, melatih kelancaran membaca, dan memahami isi cerita melalui kegiatan yang mendorong keterlibatan aktif selama pembelajaran.

Sejumlah media pembelajaran digunakan untuk mendukung kegiatan tersebut, antara lain Mini Book berupa buku cerita bergambar, permainan Word Hunter untuk mengenali kosakata, aktivitas kartu pohon, serta puzzle alur cerita. Melalui berbagai aktivitas ini, siswa mendapat kesempatan berlatih membaca sekaligus memahami makna kata dan urutan peristiwa dalam cerita.

Upaya membangun kebiasaan membaca juga diperluas ke lingkungan keluarga dan sekolah. TSA Brawijaya menyediakan leaflet edukatif bagi orang tua untuk mendorong pendampingan membaca di rumah.

Selain itu, TSA Brawijaya berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang untuk meningkatkan frekuensi kunjungan perpustakaan keliling ke SDN Kedungkandang 2. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses siswa terhadap bahan bacaan dan mendukung pembiasaan literasi di sekolah.

Pendampingan siswa selama program berlangsung juga diiringi upaya agar sekolah dapat melanjutkan praktik literasi secara mandiri. Karena itu, rangkaian ketiga AKSIS #4 difokuskan pada penguatan kapasitas guru melalui pengembangan dan penyerahan Modul Panduan Literasi kepada SDN Kedungkandang 2.

Penyusunan modul dan Mini Book melibatkan kolaborasi dengan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA). Modul tersebut dirancang sebagai panduan bagi guru untuk menyusun kegiatan literasi yang terstruktur, sesuai dengan kebutuhan siswa, dan dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sehari-hari.

Dengan adanya panduan tersebut, praktik literasi diharapkan dapat terus dikembangkan meskipun rangkaian program telah berakhir.

Pelaksanaan AKSIS #4 turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, tujuan ke-10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, dan tujuan ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Pihak SDN Kedungkandang 2 menyampaikan terima kasih atas kerja sama dengan TSA Brawijaya dan kepercayaan yang diberikan kepada sekolah sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan literasi. Pihak sekolah berharap program tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan kemampuan literasi siswa.

Melalui pendampingan berbasis permainan, dukungan keluarga, perluasan akses bacaan, dan penguatan kapasitas guru, TSA Brawijaya berupaya menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya belajar siswa. Upaya ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan membaca selama program berlangsung, tetapi juga pada penyediaan dukungan agar kebiasaan tersebut terus berkembang setelah program berakhir.