Jakarta, Domain Rakyat. Com//
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 333.470 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah berisiko sangat tinggi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 18 Agustus hingga 21 Oktober 2026. Jumlah tersebut mencakup kelompok balita hingga penduduk berusia di atas lima tahun.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr. Then Suyanti, menyampaikan data tersebut kepada Domain Rakyat.Com, Kamis (22/10/2026). Ia menjelaskan, ribuan hingga ratusan ribu kasus yang terdata menjadi perhatian serius di tengah ancaman karhutla dan paparan asap.
“Secara kumulatif, kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla mencapai 333.470 kasus,” ujar dr. Then.
Dari total tersebut, sebanyak 75.172 kasus dialami anak berusia di bawah lima tahun atau balita. Sementara itu, kelompok usia di atas lima tahun mencatat 258.298 kasus.
Data tersebut memperlihatkan bahwa kasus ISPA tidak hanya menyerang kelompok rentan, seperti balita, tetapi juga meluas pada penduduk berusia lebih dari lima tahun. Kondisi ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap dampak kesehatan di wilayah yang menghadapi risiko karhutla.
Kemenkes juga menyoroti tren kasus ISPA sepanjang 2026 di sejumlah provinsi yang memiliki risiko sangat tinggi kebakaran hutan dan lahan. Menurut dr. Then, terjadi peningkatan kasus yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Riau, dan Jambi. Namun, data yang disampaikan dalam keterangan tersebut menyebutkan tujuh provinsi, sementara nama yang dirinci hanya enam provinsi.
Peningkatan kasus ISPA di tengah ancaman karhutla menjadi pengingat bahwa dampak kebakaran tidak berhenti pada kerusakan lingkungan. Paparan asap juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
Data Kemenkes tersebut menegaskan pentingnya pemantauan kesehatan masyarakat di wilayah rawan karhutla. Upaya pencegahan dan perlindungan perlu menjadi perhatian bersama seiring meningkatnya kasus ISPA selama periode pemantauan 2026



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.