BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM – Potensi besar Banyuwangi di sektor peternakan dan pertanian mulai dibidik serius sebagai jalur distribusi antardaerah. PT KAI Logistik, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), bersiap membuka layanan angkutan sapi dan berbagai komoditas pertanian dari Banyuwangi menuju Jakarta menggunakan kereta api.
Langkah ini bukan sekadar membuka layanan transportasi baru. Jika terealisasi, Jalur tersebut berpotensi menjadi terobosan distribusi komoditas Banyuwangi, terutama untuk memangkas waktu tempuh, menekan risiko selama perjalanan, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi peternak dan petani.
Dua stasiun disiapkan sebagai titik pemuatan, yakni Stasiun Argopuro di Kecamatan Kalipuro dan Stasiun Kalisetail di Kecamatan Sempu. Dari dua titik tersebut, komoditas akan dikirim menuju Jakarta sebagai salah satu pusat permintaan terbesar.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, kehadiran layanan logistik berbasis kereta api dapat menjadi pengungkit baru bagi sektor pertanian dan peternakan Banyuwangi.
“Dengan layanan ini semakin membuka peluang komoditas pertanian dan peternakan Banyuwangi menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Ipuk (13/09/2026).
Menurut Ipuk, distribusi menggunakan kereta api juga menawarkan keunggulan dari sisi ketepatan waktu. Kondisi tersebut dinilai penting, khususnya bagi komoditas yang membutuhkan penanganan dan waktu pengiriman yang terukur.
Direktur Operasi KAI Logistik Broer Rizal mengungkapkan, Angkutan ternak dan hasil pertanian menggunakan kereta api sebenarnya bukan konsep baru. Moda tersebut pernah eksis sejak era 1960-an hingga awal 2000-an sebelum akhirnya berhenti.
Kini, KAI Logistik berupaya menghidupkan kembali jalur distribusi tersebut dengan konsep yang lebih modern. Banyuwangi dipilih karena memiliki basis komoditas pertanian dan populasi sapi yang dinilai sangat potensial.
“Kami pilih Banyuwangi karena potensinya memang besar. Komoditasnya beragam, populasi sapinya juga banyak,” kata Broer.
KAI Logistik memperkirakan waktu pengiriman maksimal sekitar 26 jam. Durasi tersebut diharapkan memberikan kepastian distribusi yang lebih tinggi sekaligus mengurangi waktu perjalanan ternak dibandingkan pengiriman melalui jalur darat yang sangat bergantung pada kondisi lalu lintas.
Tak hanya sapi, gerbong juga akan membawa berbagai komoditas pertanian seperti buah, sayuran, cabai dan produk pertanian lainnya. Dalam satu perjalanan, KAI Logistik merencanakan penggunaan sekitar 20 gerbong khusus yang telah dimodifikasi dari kontainer agar sesuai untuk pengangkutan dalam jumlah besar.
Yang menjadi perhatian, Efisiensi distribusi harus benar-benar berujung pada manfaat bagi petani dan peternak. Jangan sampai pemangkasan waktu hanya menjadi keuntungan dari sisi logistik, sementara pelaku usaha di tingkat produksi tetap menghadapi persoalan biaya, harga jual dan akses pasar.
Untuk menjalankan operasional teknis di lapangan, KAI Logistik menggandeng PT Bogantara Indo Transport (Bogantara). Mitra tersebut akan menangani Proses pengumpulan dan penjemputan komoditas, packing, pemuatan ke gerbong hingga pengantaran kepada konsumen.
Rencana pengoperasian pada akhir September 2026 kini menjadi momentum yang patut dikawal publik. Sebab, bila berjalan konsisten, Jalur Banyuwangi–Jakarta ini bukan hanya soal mengangkut sapi dan hasil bumi, tetapi dapat menjadi salah satu pintu baru untuk mengubah kekuatan produksi Banyuwangi menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menembus pasar nasional.
Banyuwangi punya komoditas. Petani dan peternak punya produksi. Kini yang diuji adalah Apakah infrastruktur distribusi mampu mengantarkan potensi tersebut secara cepat, efisien dan menguntungkan sampai ke pasar tujuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan