Padang, DomainRakyat.com – Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) melalui kampanye edukatif bertajuk “Menghormati Pejalan Kaki: Budaya Kita, Keselamatan Bersama!”. Kampanye ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih disiplin, humanis, dan peduli terhadap keselamatan pengguna jalan, khususnya pejalan kaki.
Program edukasi tersebut menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pengendara roda dua, roda empat, pelajar, hingga komunitas masyarakat umum. Melalui pendekatan persuasif dan humanis, Ditlantas Polda Sumbar ingin menanamkan pemahaman bahwa jalan raya merupakan ruang publik yang harus digunakan secara tertib dan saling menghormati antar sesama pengguna jalan.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes. Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan bahwa menghormati pejalan kaki bukan hanya sekadar imbauan moral atau etika berkendara, tetapi merupakan kewajiban hukum yang harus dipatuhi oleh seluruh pengendara kendaraan bermotor.
“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 131 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, setiap pengendara kendaraan bermotor wajib mengutamakan pejalan kaki yang sedang menyeberang di zebra cross maupun tempat penyeberangan lainnya. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan rasa aman dan selamat saat menggunakan jalan,” ujar Kombes Pol Reza, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, masih rendahnya kesadaran sebagian pengendara dalam memberikan prioritas kepada pejalan kaki menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Karena itu, kampanye keselamatan tersebut diharapkan mampu membangun budaya tertib lalu lintas yang lebih beradab dan berorientasi pada keselamatan bersama.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Ketika pengendara mau berhenti sejenak untuk memberikan kesempatan kepada pejalan kaki menyeberang, itu adalah bentuk kepedulian dan penghormatan terhadap hak sesama manusia,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pejalan kaki merupakan kelompok pengguna jalan yang paling rentan menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Oleh sebab itu, diperlukan rasa empati dan kesabaran dari setiap pengendara saat melintas di kawasan ramai aktivitas masyarakat.
“Kadang kita terlalu terburu-buru di jalan hingga melupakan keselamatan orang lain. Padahal satu tindakan sederhana seperti mengurangi kecepatan atau berhenti di zebra cross bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Inilah budaya tertib yang ingin terus kami bangun di Sumatera Barat,” tambahnya.
Dalam kampanye tersebut, Ditlantas Polda Sumbar juga mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari Generasi Peduli Lalu Lintas, yakni generasi yang menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam berkendara.
“Mari kita jadikan jalan raya tempat yang aman bagi siapa saja. Menghormati pejalan kaki itu keren. Kita melakukan ini bukan karena takut ditilang, tetapi karena kita peduli terhadap keselamatan sesama pengguna jalan,” tegas Dirlantas Polda Sumbar.
Sebagai bagian dari sosialisasi keselamatan, Ditlantas Polda Sumbar turut menyampaikan empat poin penting imbauan kepada para pengendara guna menekan angka kecelakaan lalu lintas dan menciptakan budaya berkendara yang lebih santun dan bertanggung jawab.
Pertama, pengendara diminta selalu berhenti dan mengutamakan pejalan kaki yang berada di zebra cross maupun area penyeberangan resmi lainnya.
Kedua, pengendara diimbau memastikan pejalan kaki benar-benar telah aman sebelum kembali melajukan kendaraan.
Ketiga, masyarakat diminta mengurangi kecepatan kendaraan saat melintasi area padat pejalan kaki, zona sekolah, rumah ibadah, pasar, dan fasilitas umum lainnya.
Keempat, pengendara diajak mengedepankan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan.
“Kami ingin menanamkan bahwa empati di jalan raya adalah bagian dari budaya modern dan berkelas. Pengendara yang baik bukan yang paling cepat sampai tujuan, tetapi yang mampu menjaga keselamatan dirinya dan orang lain,” ujar Kombes Pol Reza lagi.
Selain melakukan edukasi melalui media sosial dan pemasangan imbauan keselamatan di sejumlah titik strategis, jajaran Ditlantas Polda Sumbar juga secara rutin menggelar sosialisasi langsung kepada masyarakat, sekolah, komunitas kendaraan, hingga pengguna jalan di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pendekatan preventif kepolisian dalam mengurangi potensi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan berkendara yang aman, nyaman, dan tertib bagi seluruh pengguna jalan.
Kampanye ini sekaligus menjadi implementasi nyata transformasi Polri menuju institusi yang PRESISI, yakni Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan. Melalui pendekatan humanis dan edukatif, Ditlantas Polda Sumbar berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama yang harus dijaga secara kolektif.
“Keselamatan lalu lintas dimulai dari diri sendiri. Kalau semua pengguna jalan memiliki kesadaran untuk saling menghormati, maka angka kecelakaan bisa ditekan dan budaya tertib berlalu lintas akan benar-benar terwujud,” tutup Kombes Pol Reza.
(RP)



Tinggalkan Balasan