BULUKUMBA – Perbincangan mengenai keamanan destinasi wisata Apparalang di Kabupaten Bulukumba kembali mencuat setelah beredarnya video insiden seorang siswi berusia 17 tahun yang dilaporkan tenggelam usai terjatuh dari tebing di kawasan wisata Apparalang, Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, pada Minggu, 7 Juni 2026.

Peristiwa tersebut memicu perhatian berbagai pihak, termasuk Ketua Umum Lembaga Panrita Bhinneka Bersatu (LPBB), Harianto Syam. Menurutnya, kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem keselamatan di kawasan wisata pantai yang menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Bulukumba.

Dalam keterangannya, Harianto Syam yang akrab disapa Anto Harlay menegaskan bahwa destinasi wisata pantai di Bulukumba selama ini menjadi tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, ia menilai masih terdapat kekurangan dalam aspek pengawasan dan keselamatan pengunjung.

“Semoga kejadian ini menjadi evaluasi bagi pemerintah Bulukumba ke depan untuk menyiapkan badan penyelamat wisata pantai, sehingga pengawasan terhadap wisatawan dapat dilakukan secara maksimal dan potensi bahaya dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.

Evaluasi Keselamatan Destinasi Wisata

Anto Harlay menilai keberadaan tim penyelamat khusus di kawasan wisata pantai sangat penting mengingat tingginya jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya. Menurutnya, hingga saat ini sejumlah objek wisata pantai di Bulukumba masih belum memiliki sistem pengawasan keselamatan yang memadai.

Sorotan terhadap keamanan Apparalang juga menguat setelah artis Indonesia Baim Wong mengunjungi lokasi tersebut beberapa hari sebelumnya. Dalam tayangan videonya, Baim Wong sempat mempertanyakan faktor keamanan kawasan wisata tersebut dengan menyampaikan pertanyaan, “aman atau enggak.”

Meski demikian, Baim juga mengaku sangat terkesan dengan keindahan panorama Apparalang. Bahkan, keindahan destinasi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan lokasi produksi film dan berbagai kegiatan kreatif lainnya.

Pernyataan tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa pengembangan sektor pariwisata harus berjalan seiring dengan peningkatan standar keamanan bagi pengunjung.

Sorotan Terhadap Perlindungan Wisatawan

Selain mendorong pembentukan tim penyelamat wisata pantai, Anto Harlay juga menyoroti aspek perlindungan bagi wisatawan yang mengalami kecelakaan saat berkunjung ke objek wisata.

Menurutnya, perlu ada kejelasan terkait mekanisme perlindungan, termasuk kemungkinan adanya jaminan atau asuransi bagi wisatawan yang mengalami musibah di kawasan wisata resmi.

“Kita akan melihat ke depannya apakah korban dalam kejadian ini mendapatkan perlindungan asuransi atau tidak. Di sisi lain, tentu perlu dilakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah insiden tersebut murni kecelakaan atau ada faktor lain yang turut memengaruhi,” katanya.

Ia berharap kejadian ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan agar keamanan destinasi wisata di Bulukumba semakin baik. Dengan demikian, potensi wisata daerah dapat terus berkembang tanpa mengabaikan keselamatan para pengunjung yang datang menikmati keindahan alam Sulawesi Selatan.