BOGOR,DomainRakyat.Com –

Dapur percontohan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Yayasan Jabal Quran di Kota Bogor dinilai sukses menjalankan seluruh operasionalnya secara mandiri. Fasilitas ini terbukti mampu memenuhi standar operasional prosedur (SOP) serta ketentuan ketat yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dalam pelaksanaan program MBG nasional.
Pengelolaan dapur MBG tersebut berada di bawah tanggung jawab Ketua Umum Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI), Munifah Syanwani, yang juga dikenal aktif mendorong pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kualitas pelayanan di berbagai sektor sosial.(11/6)

Dalam menjalankan program MBG, Yayasan Jabal Quran disebut selalu mengedepankan kualitas pelayanan, kesejahteraan pekerja, serta evaluasi berkala terhadap sistem kerja agar pelaksanaan program berjalan optimal dan tepat sasaran.

Munifah Syanwani menegaskan bahwa pengelolaan dapur MBG dilakukan secara profesional dengan mengutamakan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Dari awal beroperasi, kami berupaya memastikan seluruh proses berjalan sesuai SOP, mulai dari pemilihan bahan makanan, kebersihan dapur, pengolahan makanan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat. Kualitas gizi dan kebersihan menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap menu yang disajikan telah memperhatikan unsur gizi seimbang, termasuk penyediaan buah-buahan, protein, karbohidrat, dan komponen pendukung lainnya sesuai standar yang berlaku.

Selain itu, pihak yayasan juga terus melakukan evaluasi terhadap sistem kerja dan kesejahteraan para pekerja guna memastikan pelayanan dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.
Menurut Munifah, selama menjalankan program MBG, pihaknya terbuka terhadap berbagai bentuk pengawasan maupun masukan dari pihak terkait sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan.
“Kami tidak pernah menutup diri terhadap pengawasan. Justru transparansi menjadi bagian penting dalam pengelolaan dapur MBG agar masyarakat mengetahui bahwa program ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Ia menambahkan bahwa seluruh pengelolaan dapur MBG Yayasan Jabal Quran saat ini telah mengacu pada standar mutu dan prosedur yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat tetap terjaga.

Dengan komitmen tersebut, Yayasan Jabal Quran berharap program MBG dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi contoh pengelolaan dapur program sosial yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kualitas pelayanan. (Kaperwil Redaksj Jawa Barat : Bambang Saputro,ST.,Gr)