Bulukumba – Perkembangan terbaru kasus dugaan pengeroyokan terhadap Muhammad Alfian (19), seorang remaja asal Dusun Waepejje, Desa Barugae, Kecamatan Bulukumpa, yang terjadi di depan Indomaret Tanete pada Minggu (28/6/2026) malam.

Tiga terduga pelaku telah menyerahkan diri ke Polsek Bulukumpa pada Selasa (30/6/2026) dini hari. Ketiganya kini diamankan untuk menjalani proses hukum.

Sementara itu, satu terduga pelaku lainnya hingga kini belum menyerahkan diri. Polisi masih melakukan penyelidikan dan pencarian untuk mengetahui keberadaannya.

Selain itu, hasil penyelidikan juga mengoreksi informasi awal mengenai jumlah pelaku. Pada pemberitaan sebelumnya disebutkan terdapat lima orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Namun, berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan sejumlah saksi, hanya empat orang yang diduga melakukan pengeroyokan.

Satu orang yang sebelumnya turut diduga terlibat diketahui memang datang bersama rombongan ke lokasi kejadian. Akan tetapi, berdasarkan keterangan para saksi, orang tersebut justru berupaya melerai perkelahian sehingga tidak termasuk sebagai terduga pelaku.

Sebelumnya, korban mengaku singgah membeli gorengan di depan Indomaret Tanete sebelum dihampiri oleh sekelompok pemuda. Salah seorang di antaranya sempat bertanya, “Apa nu lihat-lihat?” Korban menjawab, “Tidak kulihat-lihatki.” Tak lama kemudian, korban mengaku dipukul hingga diduga dikeroyok oleh beberapa orang.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan hingga berita ini diterbitkan, korban masih menjalani perawatan di Puskesmas Tanete.

Dugaan sementara, aksi pengeroyokan tersebut dipicu oleh persoalan dendam lama antara korban dan para terduga pelaku.

Hingga kini, penyidik masih melengkapi proses hukum terhadap tiga terduga pelaku yang telah menyerahkan diri, sekaligus memburu satu terduga pelaku lainnya yang masih belum diketahui keberadaannya.