Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Desa Bonto Tiro 2 resmi melaksanakan Seminar Program Kerja di Aula Kantor Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, pada Selasa (7/7/2026).

Seminar ini menjadi langkah awal pelaksanaan pengabdian mahasiswa yang akan berlangsung selama kurang lebih 45 hari di Desa Bonto Tiro.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 40 tamu undangan yang terdiri atas Pemerintah Desa Bonto Tiro, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para kepala dusun, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader PKK, Karang Taruna, serta unsur masyarakat lainnya. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bonto Tiro, Ibu Hartuti, serta Camat Sinoa, Hj. Erny, S.Sos., yang memberikan dukungan dan apresiasi terhadap berbagai program pemberdayaan yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin.
Seminar diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Pemerintah Desa Bonto Tiro yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa Universitas Hasanuddin. Dalam sambutannya, pemerintah desa berharap seluruh program yang telah dirancang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Selanjutnya, Koordinator Desa KKN-T Bonto Tiro 2, Muh. Haiqal, memaparkan program kerja kelompok dan program kerja individu yang telah disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama pemerintah desa. Seluruh program mengusung tema pemberdayaan desa dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk mendukung pembangunan Desa Bonto Tiro.
Program kerja kelompok yang dipresentasikan adalah PINTAS (Papan Informasi Tata Administrasi Desa), yaitu penyediaan papan informasi identitas dusun dan rumah kepala dusun pada tujuh dusun di Desa Bonto Tiro sebagai upaya mempermudah masyarakat maupun pengunjung memperoleh informasi administrasi desa.
Selain itu, mahasiswa juga memaparkan tujuh program kerja individu yang mencakup optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produk unggulan BUMDes, pelatihan gelang handmade berbahan limbah plastik untuk pemberdayaan perempuan, program SIGAP ANAK mengenai pencegahan perkawinan usia anak melalui pendekatan hukum dan psikologi, penyusunan peta administrasi desa berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), pengembangan website profil desa melalui program SIAP DESA, serta program PASTI SIAP untuk membantu masyarakat melakukan validasi data pemilih melalui layanan digital KPU. Seluruh program tersebut dirancang agar menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat.
Suasana seminar berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta memberikan berbagai masukan, saran, serta harapan terhadap pelaksanaan program kerja agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Bonto Tiro. Diskusi yang terjalin menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mendukung setiap kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa KKN.
Dalam arahannya, Camat Sinoa, Hj. Erny, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Universitas Hasanuddin yang telah menyusun program kerja berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat. Beliau menilai bahwa program-program yang dipresentasikan tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki potensi untuk mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
“Saya mengapresiasi mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin yang telah menghadirkan program-program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari penguatan ekonomi desa, digitalisasi pelayanan, pemberdayaan perempuan, hingga perlindungan anak. Saya berharap seluruh program dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta meninggalkan manfaat yang nyata bagi Desa Bonto Tiro,” demikian rekonstruksi arahan Hj. Erny, S.Sos.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bonto Tiro, Ibu Hartuti, menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas keluarga.
“Kami menyambut baik berbagai program yang telah disusun. Kegiatan seperti pelatihan keterampilan bagi perempuan dan sosialisasi pencegahan perkawinan usia anak sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Kami siap bersinergi dan mendukung agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi perempuan, keluarga, dan generasi muda di Desa Bonto Tiro,” demikian rekonstruksi penyampaian Ibu Hartuti.
Melalui seminar ini, mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Desa Bonto Tiro 2 berharap seluruh program kerja dapat terlaksana secara optimal selama kurang lebih 45 hari masa pengabdian. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi yang memberikan dampak nyata serta mendukung terwujudnya Desa Bonto Tiro yang semakin maju, mandiri, dan berdaya.




Tinggalkan Balasan