BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial. Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi memilih menghadirkan makna kemerdekaan melalui aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat.

Sabtu (8/8/2026), jajaran Lapas Banyuwangi turun langsung ke lingkungan sekitar Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi untuk melaksanakan kerja bakti dan gotong royong membersihkan salah satu fasilitas ibadah berupa masjid yang digunakan masyarakat sekitar.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada pengibaran bendera maupun perayaan, tetapi dapat diterjemahkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, kebersamaan serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sejak kegiatan dimulai, petugas Lapas Banyuwangi bersama-sama membersihkan berbagai bagian masjid. Area dalam dan luar tempat ibadah menjadi sasaran kerja bakti, mulai dari karpet, halaman, tempat wudu hingga lingkungan di sekeliling masjid.

Pembersihan dilakukan untuk menciptakan lingkungan tempat ibadah yang lebih bersih, tertata dan nyaman sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya dipantau dari jauh. Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, turut terjun langsung bersama jajarannya. Kehadiran pimpinan dalam kerja bakti tersebut menunjukkan bahwa semangat pengabdian dan gotong royong harus dimulai dari keteladanan.

Solichin menegaskan, momentum HUT RI ke-81 menjadi kesempatan bagi jajaran Lapas Banyuwangi untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus membangun hubungan yang semakin erat dengan masyarakat di sekitar SAE Paswangi.

«“Dalam menyambut kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, kami ingin menghadirkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Membersihkan tempat ibadah ini merupakan bentuk bakti dan kepedulian kami agar fasilitas umum yang digunakan warga sehari-hari menjadi lebih bersih, asri dan nyaman,” ujar Solichin.»

Menurut Solichin, keberadaan Lapas Banyuwangi di tengah lingkungan masyarakat harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung. Program SAE Paswangi, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan proses pembinaan dan asimilasi warga binaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Keberadaan kami di lingkungan SAE Paswangi bukan hanya sebatas menjalankan program Pemasyarakatan. Ada tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kebersihan, keharmonisan dan hubungan baik dengan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan sederhana tersebut mampu menjadi pemantik semangat kebersamaan. Sebab, menurutnya, nilai-nilai kemerdekaan seperti persatuan, kepedulian dan gotong royong harus terus dijaga serta diwariskan di tengah masyarakat.

«“Melalui aksi nyata ini, kami berharap nilai-nilai kemerdekaan seperti persatuan, kepedulian dan kebersamaan dapat terus terawat antara jajaran Pemasyarakatan dengan masyarakat,” imbuhnya.»

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pengurus masjid maupun warga setempat. Kehadiran jajaran Lapas Banyuwangi dinilai menjadi bentuk kepedulian yang tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi diwujudkan dengan turun langsung membersihkan fasilitas yang digunakan masyarakat.

Aksi gotong royong ini sekaligus memperlihatkan wajah lain Pemasyarakatan yang hadir di tengah masyarakat. Di balik tugas utama pembinaan warga binaan, jajaran Lapas Banyuwangi juga berupaya membangun kepedulian sosial dan memperkuat sinergi dengan lingkungan sekitar.

Semangat kemerdekaan pun kembali ditegaskan bukan sekadar melalui seremoni, melainkan melalui tindakan sederhana yang memiliki dampak nyata: turun bersama, bekerja bersama, membersihkan bersama, dan menjaga fasilitas masyarakat secara bersama-sama.

(Dra)