PANGKALAN BUN, Domain Rakyat. Com//

Wakil Bupati Murung Raya, Kalimantan Tengah, Rahmanto Muhidin, mendorong kader muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi generasi yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Pesan itu disampaikan Rahmanto saat memberikan pembekalan pada rangkaian penutupan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) dan Pelatihan Kader Dasar (PKD) II PC PMII Kabupaten Kotawaringin Barat di Pangkalan Bun, Minggu (13/9).

Rahmanto yang juga pembina Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalimantan Tengah menilai PMII memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan kapasitas generasi muda. Organisasi kemahasiswaan, menurut dia, harus menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan sekaligus pengabdian.

Di hadapan puluhan kader muda yang mengikuti kegiatan di Gedung PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Kotawaringin Barat, Rahmanto menyampaikan orasi kepemimpinan yang menekankan pentingnya keberanian mengambil peran di tengah perubahan sosial dan tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Ia mengingatkan kader PMII agar tidak berhenti pada aktivitas organisasi semata. Kader harus mampu tumbuh menjadi figur yang memiliki integritas moral, kecakapan intelektual, serta kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kader PMII tidak boleh sekadar menjadi penonton, tetapi harus tampil sebagai motor penggerak perubahan yang memiliki integritas moral dan intelektual tinggi,” tegas Rahmanto.

Ketua DPW PKB Kalimantan Tengah itu mengatakan tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Karena itu, kader PMII dituntut terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan kebangsaan, dan membangun kemampuan membaca dinamika sosial maupun arah pembangunan daerah.

Menurut Rahmanto, kepemimpinan tidak lahir secara instan. Mental seorang pemimpin ditempa melalui proses panjang yang membutuhkan ketekunan, loyalitas, kedisiplinan, serta kesediaan untuk terus belajar dan menghadapi berbagai tantangan.

Ia menegaskan pemuda memiliki posisi penting dalam menentukan arah masa depan daerah dan bangsa. Estafet kepemimpinan, kata dia, pada waktunya akan berpindah kepada generasi muda yang saat ini sedang menjalani proses pembentukan diri.

“Pemuda dan kader PMII merupakan calon pemimpin masa depan yang wajib mengawal kemajuan daerah dan membawa bangsa ini menuju kejayaan karena estafet kepemimpinan bangsa kelak berada di pundak pemuda saat ini,” ujarnya.

Menutup pembekalan, Rahmanto berpesan agar alumni Mapaba dan PKD II tidak menjadikan nilai-nilai perjuangan PMII sebatas teori. Ia berharap para kader mampu menerjemahkannya menjadi kerja nyata, pengabdian, dan kontribusi yang dirasakan masyarakat di Kalimantan Tengah.