PALEMBANG, Domainrakyat.com – Insiden penembakan yang menewaskan seorang prajurit TNI terjadi di sebuah tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Korban diketahui bernama Pratu FAA, personel Denkesyah 02.04.04 Palembang, yang meninggal dunia setelah mengalami luka tembak saat berada di Panhead Cafe, Jalan Letjen H Alamsyah Ratu Prawira Negara No.61, Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Peristiwa tragis tersebut sontak menghebohkan masyarakat dan menjadi perhatian serius jajaran Kodam II/Sriwijaya. Pihak militer memastikan proses penyelidikan tengah berjalan secara intensif guna mengungkap secara terang penyebab dan kronologi penembakan yang merenggut nyawa anggota TNI tersebut.

Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania mengatakan, Pangdam II/Sriwijaya langsung memerintahkan jajaran terkait untuk turun tangan menangani kasus tersebut secara profesional dan transparan.

“Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Sriwijaya dan Danpomdam II/Sriwijaya untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat,” ujar Yordania dalam keterangan tertulisnya.

Penyelidikan Penembakan Pratu FAA Terus Berjalan

Kasus Pratu FAA tewas ditembak kini ditangani oleh Denpom II/IV Palembang. Aparat militer disebut masih melakukan serangkaian pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti guna memastikan fakta sebenarnya di balik insiden berdarah tersebut.

Sejumlah langkah investigasi telah dilakukan, mulai dari memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian, mendalami rekaman kamera pengawas (CCTV), melakukan otopsi terhadap jenazah korban, hingga mengumpulkan barang bukti di tempat kejadian perkara.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap perangkat komunikasi milik sejumlah saksi guna mendalami kemungkinan adanya keterkaitan pihak lain dalam peristiwa tersebut.

“Proses ini membutuhkan waktu dan perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan,” kata Yordania.

Kodam II/Sriwijaya juga menggandeng Polda Sumatera Selatan untuk mendukung proses penyelidikan agar berjalan maksimal dan objektif.

Serda RN Diamankan dan Diperiksa Intensif

Dalam perkembangan kasus ini, seorang anggota TNI berinisial Serda RN telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif di Denpom II/Sriwijaya. Serda RN diketahui bertugas di Batalyon Raider 200 Gandus.

Meski demikian, pihak Kodam belum menjelaskan secara rinci status maupun keterlibatan Serda RN dalam insiden penembakan tersebut. Pemeriksaan masih dilakukan secara mendalam untuk memastikan seluruh fakta terungkap.

“Yang bersangkutan sudah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Denpom II/Sriwijaya,” ungkap Yordania kepada wartawan.

Pangdam Instruksikan Pengawasan Ketat Personel

Insiden penembakan yang menewaskan prajurit TNI ini juga memicu evaluasi internal di lingkungan Kodam II/Sriwijaya. Pangdam disebut telah menginstruksikan seluruh komandan satuan agar memperketat pengawasan terhadap personel di masing-masing unit.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terulang dan menjaga disiplin prajurit di lingkungan TNI.

“Seluruh komandan satuan diminta meningkatkan pengawasan dan pengendalian secara optimal terhadap anggotanya,” tegas Yordania.

Kasus ini masih terus berkembang dan menjadi perhatian publik, terutama terkait motif dan kronologi lengkap penembakan yang terjadi di tempat hiburan malam tersebut.