Bersih desa plosolor
Kegiatan bersih desa (nyadran) Desa Plosolor (Foto:Agung)

Ngawi, Domainrakyat.com – Bersih desa merupakan tradisi turun temurun yang sudah berlaku sejak berabad-abad lamanya. Di jawa pada khususnya, ritual bersih desa merupakan wujud bersatunya manusia dengan alam, dan dapat didefinisikan juga sebagai bentuk perwujudan rasa syukur atas nikmat dan berkah yang diberikan Tuhan YME kepada seluruh warga desa selama ini. Ritual bersih desa juga sering dimaknai sebagai bentuk permohonan akan keselamatan dan kesejahteraan hidup ditahun mendatang.

Rangkaian kegiatan kenduri yang dilaksanakan di 3 lokasi makam kuncen di Dusun Plosolor II yakni Makam Depok, Makam Jatiduwur dan Makam Gundil pada Kamis, 28 Mei 2026, dihadiri oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat, sejumlah perangkat desa dan perwakilan RT dan RW Desa Plosolor, berlangsung mulai pukul 10.00 wib hingga selesai .

Kades. Plosolor, Winarni, S.Pd menjelaskan jika selamatan atau kenduri di tiga makam tersebut merupakan kegiatan ritual memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Kegiatan kenduri atau selamatan ini sebenarnya merupakan kegiatan berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar arwah nenek moyang dan para leluhur diampuni dosanya. Serta meminta keselamatan bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu menurutnya lagi, selamatan juga bisa dimaknai sebagai wujud dari rasa syukur dan rasa hormat seluruh perangkat dan jajaran serta masyarakat desa pada umumnya. Artinya mensyukuri segala nikmat yang ada dan menghormati cikal bakal atau seseorang yang telah berfikir dan bertindak untuk mengawali kehidupan di Desa Plosolor, melalui proses babad desa atau pembukaan pemukiman baru. “Pada intinya kenduri ini untuk memohon keselamatan lahir batin dan semua yang baik-baik untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat Desa Plosolor,” terangnya lagi.

Ritual bersih desa yang telah dijaga selama ratusan tahun, mengajarkan untuk mengenang dan mengenal para leluhur, silsilah keluarga, serta memetik ajaran baik dari para pendahulu. Seperti pepatah Jawa kuno yang mengatakan “Mikul dhuwur mendem jero” yang kurang lebih memiliki makna bahwa ajaran-ajaran yang baik kita junjung tinggi, yang dianggap kurang baik kita tanam-dalam.

Atas berkat Rahmat Allah SWT dan dengan dukungan dari semua pihak rangkaian Kegiatan Tradisi “Bersih Desa” (Nyadran) Desa Plosolor, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi Tahun 2026 dapat terselenggara dengan baik serta senantiasa dalam suasana yang kondusif. (Aay)