BANYUWANGI,  DOMAINRAKYAT.COM – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai menggema di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi. Bukan sekadar seremoni, momentum kemerdekaan kali ini dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui Pekan Olahraga, Seni dan Budaya (Porsenap) yang resmi dibuka, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Blok Griya Blambangan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin. Pembukaan diikuti jajaran petugas dan perwakilan warga binaan, ditandai dengan pemukulan gong serta pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya rangkaian Porsenap.

Namun, pesan utama dari kegiatan tersebut bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Di balik berbagai pertandingan yang akan digelar, terdapat misi pembinaan untuk membangun karakter warga binaan agar mampu menjunjung sportivitas, disiplin, kebersamaan dan rasa saling menghargai.

Kalapas Banyuwangi Solichin secara tegas mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan kompetisi sebagai ajang untuk mencari kemenangan dengan mengabaikan nilai persaudaraan.

“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama dari kegiatan ini. Mempererat tali persaudaraan, menjaga kebersamaan, serta memupuk rasa nasionalisme di antara sesama warga binaan dan petugas adalah fondasi utama yang ingin kita bangun,” tegas Solichin.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa Porsenap ditempatkan sebagai bagian dari proses pembinaan, bukan sekadar kegiatan hiburan. Melalui olahraga, seni dan permainan tradisional, warga binaan diberikan ruang untuk menyalurkan energi serta kemampuan mereka dalam kegiatan yang positif.

Berbagai cabang olahraga, permainan tradisional dan kegiatan seni telah disiapkan untuk memeriahkan rangkaian Porsenap. Persaingan antarpeserta pun diharapkan mampu menjadi sarana membangun kerja sama, kedisiplinan dan mental sportif.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara petugas dan warga binaan. Semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada simbol dan seremoni, tetapi diwujudkan melalui kebersamaan serta sikap positif selama menjalani proses pembinaan di dalam Lapas.

Solichin meminta seluruh peserta memanfaatkan Porsenap dengan sebaik-baiknya. Setiap warga binaan didorong untuk menunjukkan minat dan bakat yang dimiliki tanpa mengesampingkan aturan serta ketertiban yang berlaku.

“Meriahkan kegiatan ini dengan minat dan bakat masing-masing dan laksanakan dengan tertib,” pesan Solichin.

Rangkaian Porsenap akan berlangsung hingga puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Seluruh kegiatan tetap berada dalam pengawasan jajaran petugas Lapas Banyuwangi untuk memastikan pelaksanaan pertandingan berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Porsenap akhirnya bukan hanya tentang perlombaan dan perebutan kemenangan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Banyuwangi menanamkan nilai sportivitas, persaudaraan, disiplin dan nasionalisme kepada warga binaan—nilai yang diharapkan dapat menjadi bekal positif dalam proses perubahan diri dan kembali ke tengah masyarakat.