Makassar — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Prestasi (KKN-P) Universitas Hasanuddin memberikan edukasi mengenai pencegahan rabies kepada 30 siswa SD Inpres Kantisang, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (4/8/2026).

pencegahan rabies
Mahasiswa KKN-P Unhas Edukasi Siswa SD Inpres Kantisang tentang Pencegahan Rabies. (Foto: Istimewa)

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penularan, pencegahan, serta penanganan rabies.

Program edukasi ini merupakan program kerja individu Besse Anisa Mufida Sahrani, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan materi mengenai pengertian rabies, cara penularan, jenis hewan yang dapat menularkan rabies, langkah-langkah pencegahan, hingga tindakan yang perlu dilakukan setelah terkena gigitan hewan yang dicurigai terinfeksi rabies.

Materi disampaikan menggunakan slide PowerPoint dan video edukasi. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian leaflet kepada para siswa sebagai media informasi yang dapat digunakan kembali.

Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, kegiatan diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test. Kedua tes tersebut menggunakan lima pertanyaan yang sama.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti edukasi. Rata-rata persentase jawaban benar meningkat dari 60,67 persen pada pre-test menjadi 94,00 persen pada post-test. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 33,33 poin persentase.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan kuis. Para siswa terlihat aktif mengikuti rangkaian kegiatan serta berpartisipasi dalam menjawab pertanyaan yang diberikan.

Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar juga mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Pemberian hadiah tersebut sekaligus dilakukan untuk meningkatkan antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan tersebut, edukasi rabies tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga mendorong siswa memahami tindakan yang tepat ketika menghadapi risiko gigitan hewan.

Penggunaan kombinasi edukasi secara langsung, media digital, dan media cetak diharapkan dapat mendukung penyebarluasan informasi mengenai pencegahan rabies, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kegiatan bertajuk “SADAR RABIES: Kenali, Cegah, Lindungi Diri dan Hewan” tersebut menjadi salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai rabies.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Keberlanjutan edukasi melalui media informasi yang mudah dipahami dinilai tetap diperlukan agar pengetahuan mengenai pencegahan rabies dapat terus diingat dan diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.