BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT. COM

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW bersama Majelis Ta’lim dan Sholawat Sabilu Syafa’ah di Lingkungan Karangbendo, Dusun Krajan, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (11/9/2026), berlangsung meriah dan penuh khidmat. Namun, di balik kemeriahan tersebut, terselip pesan kuat bahwa Maulid bukan hanya tentang memperingati kelahiran Rasulullah SAW, melainkan tentang sejauh mana akhlak beliau benar-benar dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Momon dan dipimpin Ketua Panitia Slamet Hadi P. itu mendapat dukungan masyarakat, Pemerintah Desa Gladag, serta para simpatisan. Kehadiran warga dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kegiatan keagamaan masih menjadi kekuatan penting dalam kehidupan sosial masyarakat Karangbendo.

Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Generasi yang Beriman, Berakhlak, dan Peduli terhadap Sesama,” kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan generasi tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Keteladanan, kejujuran, rasa hormat, kepedulian dan kepedulian terhadap lingkungan sosial juga harus ditanamkan sejak dini.

K.H. Imam Syafi’i dalam tausiyahnya memberikan penekanan agar kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti pada lantunan sholawat maupun kemeriahan acara. Menurutnya, kecintaan tersebut harus dibuktikan melalui perilaku nyata, mulai dari menjaga kejujuran, menghormati orang lain, mempererat silaturahmi, membantu sesama hingga menjaga kerukunan.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah kehidupan masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan sosial. Sebab, nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW seharusnya menjadi benteng agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan, tidak mudah saling mencurigai, serta tetap mengedepankan musyawarah dan kepedulian dalam menyelesaikan persoalan bersama.

Ketua Panitia Slamet Hadi P. menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak ingin berhenti sebagai agenda tahunan semata. Ia berharap momentum Maulid dapat memberikan dampak nyata terhadap kehidupan sosial masyarakat, terutama dalam membangun generasi muda yang memiliki dasar keimanan sekaligus karakter yang kuat.

“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana berkat kebersamaan dan dukungan seluruh warga. Bagi kami, peringatan Maulid Nabi bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, kekuatan sebuah lingkungan bukan hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya persaudaraan dan kepedulian antarwarga. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti Maulid dan majelis sholawat diharapkan mampu menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi, persatuan, serta kepedulian sosial.

“Harapan kami, semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat, semakin mempererat persatuan dan kepedulian antarwarga, serta mampu memberikan pendidikan moral dan keagamaan bagi generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak dan peduli terhadap sesama,” harapnya.

Sementara itu, semangat Majelis Ta’lim dan Sholawat Sabilu Syafa’ah menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya bukan sekadar memperindah rangkaian acara, tetapi menjadi media untuk menghidupkan tradisi keagamaan sekaligus mengajak masyarakat lebih dekat dengan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid Nabi di Karangbendo akhirnya meninggalkan pesan yang lebih besar daripada sekadar kemeriahan sebuah acara. Maulid menjadi momentum untuk bercermin: jika Rasulullah SAW dikenal dengan akhlak mulia, kejujuran, kasih sayang dan kepeduliannya, maka nilai-nilai tersebut semestinya hadir dalam kehidupan sehari-hari—di keluarga, lingkungan, maupun di tengah masyarakat.