Makassar — Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 sebagai wadah diseminasi sekaligus apresiasi terhadap karya mahasiswa yang dihasilkan selama pelaksanaan KKN di berbagai lokasi penempatan. Kegiatan berlangsung di GOR JK Arenatorium, Kampus Tamalanrea, Sabtu (19/9/2026).
Expo tersebut dihadiri Rektor Universitas Hasanuddin yang diwakili Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha, Prof. Dr. Amir Ilyas, S.H., M.H.; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D.; Direktur Pendidikan, Dr. Eng. Ir. Muralia Hustim, S.T., M.T., IPM.; Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat, Dr. Ir. Sulaeha Thamrin, S.P., M.Si.; para dekan dan wakil dekan bidang akademik dan kemahasiswaan; serta dosen pendamping kegiatan KKN.

Hadir pula Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., Ph.D. (Hon); Bupati Toraja Utara, Frederick Victor Palimbong, S.T., S.M., M.Ak.; perwakilan pemerintah daerah dari Luwu Timur, Sinjai, Pinrang, dan Parepare; serta perwakilan mitra dari PT Semen Tonasa, PT Vale Indonesia Tbk, Kementerian Sosial, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bersama ribuan mahasiswa peserta KKN Gelombang 116.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Amir Ilyas menyampaikan bahwa Universitas Hasanuddin mendukung pelaksanaan KKN sebagai bentuk pembelajaran berbasis masyarakat yang menghubungkan ilmu di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata di desa.
Unhas juga mendorong agar karya dan inovasi mahasiswa terus dikembangkan bersama pemerintah daerah, mitra industri, dan masyarakat sehingga dapat memberikan manfaat berkelanjutan. Setelah menyampaikan sambutan, Amir Ilyas membuka secara resmi Expo KKN Gelombang 116.

Acara dilanjutkan dengan laporan pelaksanaan KKN oleh Direktur Pendidikan Unhas, Dr. Eng. Ir. Muralia Hustim. Ia melaporkan bahwa KKN Gelombang 116 diikuti 5.062 mahasiswa yang didampingi 216 dosen pembimbing.
Para mahasiswa tersebut tersebar di 604 desa, kelurahan, dan posko pada 130 kecamatan di 23 kabupaten/kota serta dua negara. Program KKN dijalankan melalui empat skema, yakni inovasi daerah, kolaborasi institusi, jejaring internasional, dan skema khusus.
Dari seluruh kegiatan tersebut, mahasiswa menghasilkan 5.062 produk luaran yang terdiri atas 1.817 produk kreatif dunia usaha dan industri, 1.449 teknologi tepat guna, 1.368 produk inovasi lainnya, serta 428 produk seni budaya.
Muralia juga menyampaikan bahwa program kerja mahasiswa dirancang relevan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 14 (Ekosistem Lautan), SDG 15 (Ekosistem Daratan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Berbagai program mahasiswa di bidang kesehatan, literasi, pemberdayaan desa dan UMKM, hingga pelestarian lingkungan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan di daerah.
Pada sesi pemaparan, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Muhammad Ruslin, menegaskan bahwa hasil KKN tidak boleh berhenti sebagai luaran akademik.
Menurutnya, mahasiswa turun ke masyarakat untuk menemukan persoalan dan menawarkan solusi yang kemudian perlu dikembangkan agar memiliki nilai lebih.
Unhas akan mendampingi produk yang dinilai memiliki potensi, mulai dari pengembangan produk, pembentukan perusahaan rintisan (spin-off), pengurusan merek, perizinan, hingga izin edar BPOM bagi produk yang relevan.
Prof. Ruslin juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kabupaten/kota serta pihak swasta, di antaranya PT Vale Indonesia, PT Semen Tonasa, dan BPOM, yang telah mendukung pelaksanaan KKN.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Universitas Hasanuddin dan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Makassar Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, didampingi Direktur Pendidikan Unhas, Dr. Eng. Ir. Muralia Hustim, dan Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Makassar Kementerian Sosial RI.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan forum refleksi mitra KKN yang menjadi ruang dialog antara kampus dan mitra untuk mengevaluasi kontribusi mahasiswa sekaligus merumuskan arah kolaborasi ke depan. Forum tersebut dimoderatori Dr. Ir. Sulaeha Thamrin dan diisi sejumlah mitra yang menyampaikan apresiasi serta pandangan mereka.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa di 106 desa dan kelurahan di Sidrap memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia mengapresiasi jajaran pemerintah daerah yang mendampingi mahasiswa sejak penerimaan hingga pelepasan.
Bupati Toraja Utara, Frederick Victor Palimbong, menekankan pentingnya hasil KKN berupa rekomendasi dan inovasi yang dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah setelah masa pengabdian berakhir, khususnya dalam pengembangan desa wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dari BPOM, Kepala Balai Besar POM Makassar, Yosef Dwi Irwan, S.Si., Apt., M.M., memaparkan pelaksanaan KKN Tematik Keamanan Pangan. Program tersebut melibatkan mahasiswa dalam pendampingan pelaku usaha pangan olahan sekaligus penguatan kesadaran keamanan pangan di desa.
Di Unhas, program tersebut berlangsung di 10 desa dan menghasilkan 71 Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha, pembentukan 106 kader keamanan pangan, serta pelibatan 297 warga komunitas desa.
Sementara itu, Senior Manager TJSL PT Semen Tonasa, Abbas, S.E., menyampaikan bahwa program KKN Tematik Assamaturu menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi. Mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan sekaligus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat di desa-desa sekitar perusahaan.
Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke berbagai booth pameran karya mahasiswa dari sejumlah kabupaten. Setiap booth dihias secara kreatif untuk menampilkan identitas daerah masing-masing sekaligus memperlihatkan keberagaman program kerja KKN.
Dengan melibatkan 23 kabupaten/kota, 130 kecamatan, 604 desa, kelurahan, dan posko, dua negara, serta 5.062 mahasiswa, Expo KKN Gelombang 116 menjadi wadah untuk memperlihatkan berbagai karya dan inovasi mahasiswa selama menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.
Melalui Expo tersebut, Unhas berharap karya dan inovasi mahasiswa dapat terus dikembangkan serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah.




Tinggalkan Balasan