Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus pembuatan alat penabur pupuk otomatis berbasis pipa di Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan program kerja individu yang diawali dengan pembukaan, dilanjutkan penyampaian materi mengenai pentingnya penggunaan alat bantu sederhana dalam kegiatan pemupukan tanaman hortikultura, kemudian diakhiri dengan demonstrasi pembuatan dan penggunaan alat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai bentuk pelaksanaan program akademik, tetapi juga untuk memberikan solusi sederhana yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan dan efisiensi kerja petani.

Pelaksana program kerja menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya petani yang melakukan pemupukan secara manual dengan posisi tubuh yang sering membungkuk. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kelelahan, mengurangi kenyamanan saat bekerja, serta berpotensi menimbulkan gangguan pada punggung apabila dilakukan secara berulang.

Oleh karena itu, alat penabur pupuk berbasis pipa dirancang sebagai inovasi sederhana yang mudah dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh serta dapat diaplikasikan langsung oleh masyarakat.

Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa menjelaskan cara pembuatan alat, fungsi setiap komponen, serta teknik pengoperasian yang benar. Alat ini bekerja dengan sistem tekan sehingga pupuk akan keluar secara otomatis melalui saluran yang telah dirancang.

Setiap satu kali tekanan menghasilkan jumlah pupuk yang telah ditentukan sehingga dosis pemupukan menjadi lebih seragam sekaligus meminimalkan pemborosan pupuk.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, praktik pembuatan alat, demonstrasi penggunaan di lapangan, serta sesi diskusi bersama peserta. Petani diberikan kesempatan untuk mencoba langsung alat tersebut sehingga dapat memahami cara penggunaannya sekaligus memberikan masukan terhadap pengembangan alat agar lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Program kerja individu ini menyasar para petani hortikultura di Desa Lonrong. Melalui kegiatan ini, diharapkan para petani mampu membuat dan memanfaatkan alat penabur pupuk secara mandiri sehingga proses pemupukan menjadi lebih praktis, efisien, dan nyaman.

Selain itu, penggunaan alat ini diharapkan dapat mengurangi kebiasaan membungkuk saat menabur pupuk serta membantu menghasilkan dosis pemupukan yang lebih merata karena jumlah pupuk yang dikeluarkan telah tertakar pada setiap kali penekanan.

Penerapan alat penabur pupuk otomatis berbasis pipa menjadi salah satu bentuk teknologi tepat guna yang sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh, alat ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mendukung kegiatan budi daya tanaman hortikultura, meningkatkan efisiensi kerja petani, serta mengurangi risiko kelelahan akibat posisi kerja yang kurang ergonomis.

Selain program kerja individu tersebut, Posko Lonrong 1 juga melaksanakan berbagai program kerja lainnya yang disusun berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat sebagai upaya mendukung pemberdayaan masyarakat serta pembangunan desa yang berkelanjutan.