Bantaeng – Setelah melaksanakan berbagai program pengabdian di Desa Bonto Majannang, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Hasil pada Senin (10/8/2026). Bertempat di Kantor Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memaparkan capaian program sekaligus mengevaluasi proses pelaksanaan kegiatan selama berada di tengah masyarakat.

Seminar Hasil merupakan rangkaian lanjutan dari Seminar Program Kerja yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 9 Juli 2026. Jika Seminar Program Kerja menjadi ruang untuk memperkenalkan rencana kegiatan, Seminar Hasil menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan bagaimana program tersebut direalisasikan, hasil yang diperoleh, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Dengan mengangkat fokus pertanian dan teknologi tepat guna, berbagai program KKN 116 Unhas diarahkan pada pemanfaatan potensi lokal dan penyelesaian permasalahan yang ditemukan melalui observasi di desa.

Salah satu program yang menjadi bagian dari kegiatan pengabdian adalah pembuatan alat perontok cengkeh sebagai inovasi teknologi tepat guna untuk mendukung efisiensi proses pascapanen.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk upaya mahasiswa dalam memperkenalkan alternatif teknologi sederhana yang dapat membantu masyarakat dalam kegiatan pertanian.

Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan program pemanfaatan limbah organik melalui edukasi dan pengolahan limbah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian sekaligus mengurangi permasalahan limbah di lingkungan sekitar.

Dalam bidang pengelolaan kelompok tani, mahasiswa turut menjalankan program Sistem Manajemen Keuangan Sederhana Kelompok Tani. Program tersebut memberikan pengenalan mengenai pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara sederhana sehingga dapat membantu kelompok tani mengelola administrasi keuangan dengan lebih teratur.

Melalui Seminar Hasil, mahasiswa memaparkan proses dan capaian dari setiap program yang telah dilaksanakan. Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat kembali kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat serta mengidentifikasi berbagai kendala yang ditemui selama proses pelaksanaan.

Kehadiran pemerintah desa dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi. Masukan yang diberikan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus pertimbangan terhadap keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir.

Seminar Hasil KKN 116 Unhas di Desa Bonto Majannang tidak hanya menjadi bentuk pertanggungjawaban mahasiswa atas program yang telah dilaksanakan, tetapi juga menjadi refleksi atas proses pengabdian yang telah dijalani.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap pengetahuan, inovasi, dan pengalaman yang telah dibagikan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Bonto Majannang.