Ngawi, Domainrakyat.com – Kelancaran aliran air menjadi salah satu penentu keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat desa. Karena itu, Pemerintah Desa Dungmiri, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, melakukan normalisasi saluran irigasi tersier sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi jaringan pengairan agar tetap optimal.

Kegiatan tersebut menyasar saluran tersier Blok Bengkok Kades dan Sekdes yang berada di Dusun Dungmiri I. Normalisasi dilakukan pada saluran sepanjang 457 meter, dengan tujuan mengembalikan fungsi saluran agar aliran air menuju lahan pertanian dapat berjalan lebih lancar.

Pekerjaan normalisasi ini bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp16.000.000,00. Pelaksanaan pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu empat hari.

Normalisasi saluran menjadi langkah penting mengingat kondisi jaringan irigasi sangat berpengaruh terhadap distribusi air ke lahan pertanian. Saluran yang mengalami pendangkalan, tertutup material, maupun terganggu oleh pertumbuhan vegetasi dapat menghambat debit air dan berpotensi mengurangi kelancaran pengairan.

Normalisasi saluran tersier
Upaya menormalisasi saluran menjadi bentuk perhatian pemerintah desa terhadap sektor pertanian (Foto: Dok. Pemdes. Dungmiri)

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Dungmiri berupaya memastikan jaringan irigasi tersier tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Selain mendukung kelancaran distribusi air, perawatan infrastruktur pengairan juga menjadi bagian dari pemanfaatan Dana Desa untuk kebutuhan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat.

Dengan dinormalisasinya saluran sepanjang 457 meter tersebut, diharapkan aliran air menuju kawasan pertanian di Dusun Dungmiri I menjadi lebih lancar, sehingga jaringan pengairan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dalam menunjang kegiatan pertanian.

Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur irigasi pun menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah desa terhadap sektor pertanian, terutama dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi air dari jaringan tersier hingga ke lahan warga.