PURUK CAHU – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Murung Raya Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama dua hari di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Tira Tangka Balang, Puruk Cahu. Kegiatan yang diikuti sebanyak 325 peserta dari seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan ini menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang akan menjadi pedoman pelaksanaan program organisasi untuk periode 2026–2030.

Penutupan kegiatan dilakukan oleh Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Murung Raya sekaligus Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah Rahmanto, pada Selasa malam (12/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan laporan hasil pelaksanaan kegiatan yang dinilai sukses memperkuat sinergi antara TP PKK dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis keluarga.

Melalui forum tersebut, para peserta berhasil menyepakati sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus gerakan PKK selama lima tahun mendatang. Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga melalui penguatan sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi keluarga, hingga pemberdayaan perempuan di tingkat desa dan kelurahan.

Program PKK Lima Tahun ke Depan Disepakati

Salah satu hasil penting dari Rakerda TP PKK Murung Raya 2026 adalah terciptanya kesepahaman bersama dalam menjalankan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan keluarga. Para peserta juga menyusun sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi acuan bagi pengurus PKK di seluruh tingkatan.

Dina Maulidah menegaskan bahwa TP PKK harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan dari tingkat akar rumput. Menurutnya, kader PKK memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menjawab berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Selain itu, pemerataan program menjadi salah satu perhatian utama. Kegiatan PKK diharapkan tidak hanya terpusat di tingkat kabupaten, tetapi mampu menjangkau seluruh desa dan kelurahan secara optimal. Untuk itu, diperlukan koordinasi yang kuat antarjenjang kepengurusan agar setiap program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Antusiasme Peserta Jadi Modal Besar

Dalam laporannya, Dina mengungkapkan tingginya antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Bahkan, sejumlah sesi materi yang semula dijadwalkan berlangsung selama dua jam harus diperpanjang karena tingginya minat peserta untuk mendalami berbagai materi yang disampaikan.

“Selama dua hari kegiatan berlangsung, kami melihat peserta sangat antusias dan haus akan ilmu. Bahkan waktu materi yang awalnya dijadwalkan dua jam bisa bertambah menjadi tiga hingga empat jam karena tingginya semangat peserta untuk belajar. Kami juga berharap adanya peningkatan dukungan anggaran bagi TP PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan agar kegiatan pembinaan serta monitoring dapat berjalan maksimal demi mewujudkan keluarga yang mandiri, sehat, dan sejahtera,” ujar Dina.

Sebagai tindak lanjut hasil pertemuan tersebut, TP PKK Murung Raya juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi perempuan, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya. Kerja sama lintas sektor dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pencapaian target pembangunan daerah berbasis keluarga.

Dengan berakhirnya Rakerda TP PKK Murung Raya 2026, seluruh kader diharapkan segera mengimplementasikan program yang telah disusun melalui aksi nyata di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menjadi fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat Murung Raya yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.