PURUK CAHU – Kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Puruk Cahu mulai berangsur normal. Salah satunya terlihat di SPBU Pertamina 64.739.01 yang berada di kawasan Masjid Agung, Jalan Jenderal Sudirman. Membaiknya situasi tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat setelah beberapa hari terakhir sempat diwarnai kekhawatiran terkait ketersediaan bahan bakar minyak. Kini, pasokan BBM Puruk Cahu lancar dan dipastikan berjalan sesuai jadwal distribusi dari pusat penyaluran Pertamina.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, distribusi BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan solar ke SPBU maupun wilayah Kota Puruk Cahu berlangsung normal tanpa hambatan berarti. Dengan kembali stabilnya pasokan, antrean kendaraan yang sebelumnya mengular kini mulai berkurang secara signifikan.
Beberapa waktu lalu, masyarakat sempat dihadapkan pada kondisi kelangkaan BBM di tingkat pengecer yang diikuti kenaikan harga cukup tinggi. Namun, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh aktivitas segelintir oknum spekulan yang memanfaatkan situasi untuk memperoleh keuntungan lebih besar.
Seiring membaiknya distribusi, harga BBM di tingkat pengecer dalam kota mulai mengalami penurunan dan mendekati harga yang lebih wajar. Pertalite kini dijual sekitar Rp16.000 per liter, sedangkan Pertamax berada di kisaran Rp18.000 per liter.
Distribusi Bahan Bakar Mulai Stabil
Dari pantauan di lapangan, kendaraan pelangsir yang menjadi pemasok bagi pedagang eceran masih terlihat mengantre setiap hari untuk mengambil stok BBM di SPBU. Meski demikian, aktivitas tersebut dinilai masih dalam batas normal dan tidak mengganggu ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat umum.
Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah, menegaskan bahwa distribusi BBM ke seluruh SPBU di Puruk Cahu selama ini tetap berjalan lancar dan tidak pernah mengalami gangguan yang berarti.
“Pasokan BBM ke SPBU Puruk Cahu selama ini cukup lancar, tidak ada kendala berarti. Kami berharap situasi ini segera pulih sepenuhnya seperti sediakala,” ujar Dina.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan sehari-hari dan tidak melakukan penimbunan untuk kepentingan pribadi. Menurutnya, apabila ada warga yang menjalankan usaha penjualan eceran, harga yang ditetapkan harus tetap rasional dan tidak memberatkan masyarakat lainnya.
Pemkab Murung Raya Cari Solusi Jangka Panjang
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Bupati Heriyus dan Wakil Bupati Rahmanto telah menggelar rapat koordinasi bersama dinas terkait dan sejumlah instansi terkait. Pertemuan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi persoalan lonjakan harga yang sempat terjadi serta menyusun langkah strategis agar distribusi dan harga BBM tetap stabil ke depan.
Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah, DPRD, dan pihak terkait, masyarakat berharap kondisi kembali normal sepenuhnya. Stabilnya distribusi bahan bakar menjadi faktor penting dalam menjaga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Saat ini, pasokan BBM Puruk Cahu lancar, sehingga diharapkan tidak ada lagi gejolak harga maupun kelangkaan yang merugikan masyarakat.



Tinggalkan Balasan