PALANGKA RAYA, Domain Rakyat. Com//
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengambil langkah tegas di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah. Seluruh kepala daerah di Kalteng diminta untuk sementara tidak melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.
Kebijakan tersebut diambil karena pemerintah daerah dinilai perlu memusatkan perhatian pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya terhadap masyarakat. Dalam situasi darurat seperti saat ini, kehadiran kepala daerah di wilayah masing-masing dianggap lebih dibutuhkan.
Gubernur menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah. Ketika warga menghadapi kualitas udara yang memburuk akibat asap, kepala daerah diminta tidak meninggalkan daerah untuk urusan yang dinilai masih dapat ditunda.
Instruksi tersebut sekaligus menjadi penegasan agar seluruh jajaran pemerintah daerah lebih aktif memantau kondisi di lapangan. Kepala daerah diharapkan memastikan upaya pencegahan dan penanganan karhutla berjalan efektif, termasuk koordinasi dengan aparat dan instansi terkait.
Bagi pemerintah daerah, kondisi kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan. Asap akibat karhutla juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, kesehatan, pendidikan, hingga perekonomian apabila tidak segera dikendalikan.
Karena itu, kepala daerah diminta turun langsung melihat kondisi masyarakat dan memastikan langkah penanganan dilakukan secara cepat. Pemerintah tidak cukup hanya menerima laporan dari jajaran di bawahnya, tetapi harus memastikan respons di lapangan benar-benar berjalan.
Larangan perjalanan dinas ke Jakarta juga menjadi pesan politik pemerintahan daerah bahwa persoalan yang sedang dihadapi masyarakat harus ditempatkan sebagai agenda paling mendesak. Kehadiran pemimpin di tengah situasi krisis menjadi bagian penting dari tanggung jawab pelayanan publik.
Langkah Agustiar Sabran tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kebijakan itu dinilai mencerminkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, terutama ketika warga sedang menghadapi ancaman kabut asap dan dampak karhutla.
Dengan kebijakan tersebut, kepala daerah di Kalteng diharapkan tetap berada di wilayah masing-masing hingga kondisi membaik. Fokus pemerintah kini diarahkan pada satu hal: memastikan karhutla terkendali dan masyarakat dapat kembali menghirup udara yang lebih bersih dan aman.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan versi yang lebih tajam ala Kompas.com/Media Indonesia, dengan lead yang lebih “menggigit” dan judul yang lebih kuat.
Sourche: Litbang Domain Rakyat




Tinggalkan Balasan