Domainrakyat.com/LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), H Trisko Defriyansa memimpin rapat pembahasan rencana revitalisasi Pasar Bukit Sulap, Terminal Satelit, dan Pasar Buah di Ruang Kerja Sekda Kota Lubuk Linggau, Senin (8/6/2026).

Dalam arahannya, H Trisko Defriyansa menegaskan bahwa salah satu perhatian utama dalam penataan kawasan pasar adalah pengelolaan sampah. Ke depan, pemerintah akan mengatur jam serta lokasi pembuangan sampah agar tidak mengganggu aktivitas para pedagang maupun pengunjung pasar.

Terkait rencana relokasi pedagang Pasar Inpres ke Pasar Bukit Sulap, dirinya meminta agar dilakukan pendataan secara menyeluruh terhadap pedagang yang saat ini berjualan di Pasar Inpres. Menurutnya, bangunan baru yang nantinya tersedia harus diprioritaskan untuk pedagang lama Pasar Inpres, bukan diperuntukkan bagi pedagang baru.

“Mohon dilakukan pendataan yang akurat sehingga pedagang Pasar Inpres menjadi prioritas utama dalam menempati bangunan yang telah disiapkan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa program revitalisasi tersebut telah masuk dalam RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah). Oleh karena itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas PUPR, diminta mempelajari secara mendalam master plan revitalisasi, termasuk tahapan pembangunan serta target waktu penyelesaiannya.

Selain itu, Sekda meminta dilakukan pengaturan rekayasa lalu lintas di kawasan Pasar Bukit Sulap. Penertiban parkir juga menjadi perhatian dengan rencana pemanfaatan Terminal Satelit sebagai lahan parkir guna mengurangi kemacetan. Nantinya kendaraan tidak lagi diperbolehkan masuk ke area Pasar Bukit Sulap.

Dalam waktu dekat, ia menginstruksikan agar dilakukan langkah-langkah yang berdampak langsung bagi penataan kawasan, seperti penertiban bangunan liar. sosialisasi kepada pedagang Pasar Bukit Sulap.

H Trisko Defriyansa turut meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk segera melaporkan hasil monitoring pasar kepada Wali Kota Lubuk Linggau sebagai bahan percepatan pelaksanaan revitalisasi.

Menurutnya, penataan dan revitalisasi kawasan pasar bukan pekerjaan yang mudah sehingga membutuhkan koordinasi yang kuat antar-OPD.

Ia berharap seluruh lapak yang tersedia nantinya dapat terisi dengan baik serta tidak ada lagi pertumbuhan lapak-lapak liar di badan jalan yang dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Diperlukan penataan yang matang dan koordinasi yang baik agar revitalisasi berjalan sukses, kawasan pasar menjadi lebih tertib, nyaman, dan tidak ada lagi lapak liar yang tumbuh di sepanjang jalan,” pungkasnya. Pungkas nya (A)