BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM — Persoalan irigasi dan kebutuhan petani menjadi sorotan utama saat Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bertemu ratusan petani dan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) se-Banyuwangi dalam agenda Jagongan Petani, di Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, (21/08).

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi forum tatap muka. Beragam persoalan yang selama ini dihadapi petani disampaikan langsung kepada Menko Pangan, mulai dari kerusakan jaringan irigasi, sedimentasi saluran, ancaman kekeringan hingga kebutuhan pelibatan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur pertanian.

Dianto, petani asal Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, meminta pemerintah segera mencari solusi terhadap persoalan saluran irigasi yang kerap menjadi kendala saat musim kemarau panjang.

“Kami mohon kepada Pak Menteri masalah ini bisa diselesaikan secepatnya,” ujar Dianto di hadapan Zulhas yang turut didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan Tenaga Ahli Menko Bidang Pangan Guntur Priambodo.

Aspirasi serupa disampaikan Ketua Gabungan HIPPA Pesanggaran, Murtadho. Ia meminta dilakukan normalisasi saluran sekunder karena sedimentasi lumpur yang menumpuk dinilai menghambat distribusi air ke lahan pertanian.

Petani juga mendorong perubahan pola pembangunan infrastruktur pengairan. Tain, perwakilan HIPPA Tegalsari, mengusulkan agar pekerjaan pembangunan maupun perbaikan saluran irigasi dapat melibatkan masyarakat melalui sistem swakelola atau padat karya, sehingga manfaat pembangunan sekaligus dirasakan langsung oleh warga.

Sementara itu, Hariyadi, petani asal Muncar, meminta pemerintah mempercepat realisasi perbaikan Jaringan Irigasi Tersier Dam Mendung yang dinilai penting bagi keberlangsungan produksi pertanian.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Zulhas meminta Pemkab Banyuwangi segera menyusun surat resmi berisi seluruh usulan petani untuk disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum, dengan tembusan kepada Kemenko Pangan.

“Saya yang mengawal langsung. Pak Wabup dan Ibu Bupati tinggal bikin surat, tembuskan ke saya,” tegas Zulhas.

Menurut Zulhas, pemerintah harus memastikan petani tidak kesulitan memperoleh dukungan infrastruktur pertanian, terutama pengairan. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perhatian terhadap penguatan sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

Pemerintah pusat, lanjutnya, juga tengah memperkuat ketahanan pangan nasional dengan berbagai kebijakan, termasuk penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi tersebut diharapkan dapat mendukung tata niaga hasil pertanian, termasuk menjaga harga gabah serta membantu akses pupuk, alat dan mesin pertanian hingga fasilitas penyimpanan.

“Kita bisa makan kalau ada petaninya sehat, petaninya makmur. Yang maju dan dapat nikmat harus petani Indonesia,” kata Zulhas.

Pertemuan di Karangdoro itu sekaligus menjadi penegasan bahwa persoalan pertanian tidak berhenti pada produksi. Ketika air tersendat, produksi terancam ; ketika petani sejahtera, ketahanan pangan nasional ikut berdiri kokoh.