BANYUWANGI, DOMAINRAKYAT.COM –

Lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk kini mendapat suntikan armada baru. KMP Trisila Bhakti III resmi menjalani pelayaran perdana pada Jumat (25/9/2026), membawa harapan baru untuk memperkuat kapasitas layanan sekaligus menghadapi lonjakan kendaraan di jalur strategis Banyuwangi–Bali tersebut.

Kapal milik PT Trisila Laut itu memiliki kapasitas 2.400 GRT dan didatangkan langsung dari Tiongkok pada 3 Mei 2026 dalam kondisi baru. Sebelum benar-benar turun melayani penumpang, kapal tersebut menjalani masa persiapan hampir lima bulan di Dermaga Marina Boom Banyuwangi, termasuk pelatihan kru, pemenuhan 26 dokumen pelayaran serta pengurusan spesifikasi yang dipersyaratkan Badan Klasifikasi Indonesia (BKI).

Direktur Utama PT Trisila Laut, Laksamana Pertama (Purn) Retarto Setyo Warsongko, mengatakan seluruh tahapan tersebut dilakukan sebelum kapal dinyatakan siap beroperasi. Setelah kelengkapan dokumen dan persyaratan terpenuhi, KMP Trisila Bhakti III akhirnya resmi masuk lintasan Ketapang–Gilimanuk.

“Setelah semua dokumen lengkap, akhirnya hari ini memulai operasi perdananya untuk melayani penumpang di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk,” kata Tarto, (27/9).

Kapal jenis RORO (Roll-On/Roll-Off) tersebut dibeli dengan nilai sekitar Rp63,5 miliar. Dengan kapasitas hingga 65 mobil kecil, kapal juga menerapkan pembatasan untuk kendaraan logistik, yakni maksimal lima truk tronton besar dan tiga unit bus. Kehadiran armada ini sekaligus menjadi respons perusahaan terhadap kebutuhan kapal berukuran lebih besar di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Tarto menyebut pengadaan kapal baru juga berkaitan dengan arah regulasi pemerintah mengenai ukuran kapal yang beroperasi di lintasan tersebut. Sebelumnya, armada milik perusahaan memiliki ukuran sekitar 400 dan 600 ton sehingga perusahaan memilih mendatangkan kapal baru dengan kapasitas 2.400 GRT.

“Nanti kapal-kapal penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk ini diarahkan harus di atas 1.500 ton. Kapal kami sebelumnya berukuran 400 ton dan 600 ton, sehingga kita melakukan pengadaan kapal baru buatan Tiongkok ini dengan bobot mencapai 2.400 GRT,” ujarnya.

Bukan hanya mengejar kapasitas angkut, PT Trisila Laut juga menonjolkan aspek keselamatan dan kenyamanan. KMP Trisila Bhakti III dilengkapi Life Saving Appliances, Fire Fighting Appliances, ruang VIP ber-AC, nursery room, ruang medis/P3K, musala, kantin hingga area khusus merokok. Untuk lintasan yang ditempuh sekitar 30–40 menit, perusahaan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

“Fasilitas keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama kami. Visi kami adalah aman dan nyaman,” tegas Tarto.

Kehadiran kapal tersebut juga membawa dampak langsung terhadap tenaga kerja lokal. Sebanyak 30 ABK yang mengoperasikan KMP Trisila Bhakti III disebut seluruhnya merupakan warga Banyuwangi. Para kru juga mendapatkan pembekalan pelayanan dengan konsep 4S—Senyum, Sapa, Salam, dan Simpatik, serta bahasa asing dasar untuk menunjang pelayanan kepada wisatawan mancanegara.

GM ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menyambut penambahan armada tersebut. Menurutnya, kapal dengan ukuran besar dibutuhkan untuk mendukung efektivitas pelayanan, terutama dalam mempercepat proses pemuatan kendaraan ke kapal.

Dengan tambahan KMP Trisila Bhakti III, jumlah armada yang tersedia di lintasan Ketapang–Gilimanuk disebut mencapai 57 kapal, meski tidak seluruhnya beroperasi bersamaan. Sekitar 23 kapal disebut beroperasi setiap hari, kemudian terdapat kapal perbantuan dan tambahan armada baru ini yang dapat dimanfaatkan ketika kondisi lintasan mengalami kepadatan.

Masuknya KMP Trisila Bhakti III dengan demikian bukan sekadar penambahan satu kapal. Armada baru ini menjadi tambahan daya angkut di salah satu jalur penyeberangan paling vital yang menghubungkan Jawa dan Bali, sekaligus disiapkan sebagai penguat layanan ketika arus kendaraan meningkat. Namun, efektivitasnya tetap akan bergantung pada kesiapan operasional, pengaturan lalu lintas kendaraan, serta koordinasi seluruh pihak di lintasan Ketapang–Gilimanuk.Catatan redaksional : Bahan awal menyebut KMP Trisila Bhakti III memiliki 2.400 GRT, tetapi pada kutipan GM ASDP tertulis 2.000 GRT. Agar berita tidak memuat dua angka yang bertentangan, angka 2.400 GRT sebaiknya dikonfirmasi kembali kepada pihak operator/ASDP sebelum publikasi.