Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Silva Wanri Ra’bang dan Muh. Alif Aliy Jibril, melaksanakan program kerja pemanfaatan ember bekas cat menjadi tempat sampah terpilah organik dan anorganik di Desa Ciro-Ciroe, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (21/07).

Program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya sekaligus mengurangi limbah ember bekas cat yang masih layak dimanfaatkan.
Program ini dilaksanakan dengan mengumpulkan ember bekas cat, membersihkan dan mengecat ulang wadah tersebut, kemudian memberi label “Organik” dan “Anorganik” agar mudah digunakan oleh masyarakat. Selanjutnya, tempat sampah dipasang pada empat titik strategis di Desa Ciro-Ciroe, yakni di masjid, SMK Negeri 3 Sidrap, SD Negeri 3 Carawali, dan Posyandu Kamboja 1.
Penanggung jawab program kerja, Silva Wanri Ra’bang dan Muh. Alif Aliy Jibril, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mendorong budaya memilah sampah serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas yang memiliki nilai guna.
“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa ember bekas cat yang sering dianggap limbah masih dapat dimanfaatkan menjadi tempat sampah yang fungsional. Selain membantu mengurangi sampah, keberadaan tempat sampah terpilah ini diharapkan dapat membiasakan masyarakat membuang sampah sesuai jenisnya sehingga lingkungan tetap bersih dan sehat,” ujar Silva Wanri Ra’bang.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak pengelola di setiap lokasi pemasangan untuk menentukan titik yang mudah dijangkau masyarakat. Program ini juga mendapat dukungan dari warga yang turut berpartisipasi dalam proses pemasangan dan sosialisasi penggunaan tempat sampah terpilah.
Sementara itu, Kepala Desa Ciro-Ciroe, Riswan Cewang, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
“Program yang dilakukan mahasiswa KKN Unhas ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang berguna, tempat sampah terpilah ini juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang baik,” tuturnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak dapat terus meningkat. Keberadaan tempat sampah terpilah di berbagai fasilitas umum di Desa Ciro-Ciroe diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup bersih, sehat, dan ramah lingkungan yang berkelanjutan.



Tinggalkan Balasan